Ibu Kota Negara
Tol Bawah Laut IKN Sepanjang 1,82 Kilometer Lintasi Sungai Sepaku, Hubungkan KIPP dengan Balikpapan
Tol bawah laut IKN dirancang sepanjang 1,82 kilometer lintasi Sungai Sepaku, hubungkan KIPP dengan Balikpapan.
TRIBUNKALTIM.CO - Tol bawah laut IKN dirancang sepanjang 1,82 kilometer lintasi Sungai Sepaku, hubungkan KIPP dengan Balikpapan.
Pembangunan tol bawah laut masih dalam proses perencanaan.
Tol bawah laut ini dirancang sepanjang 1,82 kilometer menghubungkan Ibu Kota Nusantara dengan Balikpapan.
Baca juga: Investor Diberi Waktu 18 Bulan Selesaikan Proyek Pembangunan di IKN Kaltim
Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) punya mimpi besar mewujudkan Jalan Tol Bawah Laut atau immersed tunnel (IMT) pertama di Indonesia.
Pembangunan IMT ini akan direalisasikan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan merupakan bagian dari jaringan konektivitas Jalan Tol IKN Seksi 4A dan 4B.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rachman Arief Dienaputra menuturkan, IMT IKN akan menghubungkan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dengan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Melintasi Sungai Sepaku, IMT IKN didesain dengan panjang rencana 1,82 kilometer," ujar Rachman Arief Dienaputra kepada Kompas.com, Rabu (2/10/2024).
Strukturnya terdiri dari immerse section sepanjang 1,08 kilometer dan bangunan pendekat 0,74 kilometer yang mencakup cut and cover sepanjang 0,340 kilometer dan U-type 0,4 kilometer.
Lahan dan Produktivitas Pertanian Artikel Kompas.id Konsep desain IMT IKN direncanakan menggunakan single box dengan total lebar penampang 40,8 meter yang terbagi menjadi dua chamber.
Baca juga: Destinasi Wisata saat Weekend, Wahana Terbaru Jetski di Lake View Sekitar IKN, Samboja
Chamber ini berfungsi sebagai jalur lalu lintas yang masing-masing meliputi 3 lajur 2 arah, dengan lebar 16,25 meter.
Masing-masing jalur dipisahkan oleh escape/service gallery, dengan kecepatan desain 100 kilometer per jam.
Rachman Arief menjelaskan, proses konstruksi dilaksanakan dengan cara menenggelamkan segmen-segmen tunnel precast pada dasar sungai kemudian distabilkan dengan lockingfill dan backfill.
"Kemudian mengunakan rock protection cover untuk melindungi struktur IMT. Pada prinsipnya IMT IKN mengadopsi teknologi serupa yang juga telah diterapkan di Korea Selatan dan Turkiye," papar Rachman Arief.
Kendati demikian, IMT IKN memiliki keistimewaan.
Pertama adalah merupakan bagian dari jaringan akses yang dirancang untuk mendukung konektivitas dan mobilitas di IKN sebagai ibu kota baru, serta menunjang pertumbuhan ekonomi dan sosial di kawasan tersebut.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.