Sabtu, 11 April 2026

Pilkada Bontang 2024

Kritik Besarnya Anggaran Bimtek di Bontang, Neni Moerniaeni Janji Prioritaskan Infrastruktur RT

Kritik besarnya anggaran bimtek di Bontang, Neni Moerniaeni janji prioritaskan infrastruktur untuk RT.

Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Muhammad Ridwan
Calon Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat berkampanye di RT 14, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Minggu (6/10/2024) malam.  

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Calon Wali Kota Bontang nomor urut 4, Neni Moerniaeni menyoroti besarnya anggaran yang dialokasikan untuk bimbingan teknis (Bimtek) dalam pemerintahan.

Ia mengkritik bagaimana anggaran tersebut tidak seimbang dengan perhatian terhadap infrastruktur yang dibutuhkan warga, terutama di wilayah RT yang sering kali terabaikan.

Saat berkampanye pada Minggu (6/10/2024) malam di RT 14, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Neni menyinggung kurangnya perhatian terhadap perbaikan jalan dan penerangan di wilayah tersebut.

"Bimtek bisa dapat banyak anggaran, tapi kenapa infrastruktur seperti jalan dan penerangan di sini masih dibiarkan? Ini RT 14 Tanjung Laut Indah masih gelap gulita, padahal uang ada, Rp3 triliun," ujar Neni di hadapan simpatisannya.

Baca juga: Calon Walikota Bontang Neni Moerniaeni Berkomitmen Membawa Perubahan Signifikan pada 3 Sektor

Prioritas Anggaran untuk Infrastruktur dan Pembangunan Berbasis RT

Sebagai solusi, Neni menawarkan program alokasi dana Rp200 juta hingga Rp300 juta untuk setiap RT.

Menurutnya, dana ini tidak hanya difokuskan pada urban farming atau pemanfaatan lahan perkotaan.

Namun, juga untuk perbaikan infrastruktur seperti jalan dan penerangan, yang selama ini banyak dikeluhkan warga.

“Uang itu bisa digunakan untuk memperbaiki infrastruktur, ekonomi, sosial, dan lingkungan di setiap RT,” tambahnya.

Selain itu, Neni juga menegaskan pentingnya melibatkan masyarakat dalam pengelolaan anggaran, sehingga mereka dapat merasakan langsung dampak dari kebijakan pemerintah.

Baca juga: Neni Moerniaeni dan Agus Haris Dapat Nomor Urut 4, Angka Spesial untuk Berbenah

Program itu, menurutnya, akan memastikan bahwa setiap sudut kota Bontang mendapatkan perhatian yang merata.

"Untuk itu, saya dan Pak Agus Haris mengusung jargon Berbenah," terangnya.

Selain masalah bimtek dan perbaikan infrastruktur, Neni juga menyinggung persoalan lain yang tak kalah penting, yakni pengelolaan sampah. 

Ia mengkritik kondisi di beberapa wilayah pesisir yang masih dipenuhi sampah plastik, termasuk di kolong-kolong rumah warga.

Menurutnya, hal ini memberikan citra buruk bagi lingkungan Bontang.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved