Selasa, 2 Juni 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Produsen Cokelat Asal Prancis Lirik Biji Kakao Asal Kabupaten Berau

Biji coklat fermentasi dari perkebunan Berau, ditaksir pembeli asal Negara Prancis. Tapi ada beberapa pertimbangan sebelum rencana itu terealisasi

Tayang:
Penulis: Geafry Necolsen | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ GEAFRY NECOLSEN
Kakao adalah salah satu hasil perkebunan di Berau. Komoditas ini berpotensi diekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia. Saat ini, harga jual biji Kakao, yakni sebesar Rp 120 ribu per Kilogramnya. Sebelumnya, hanya menyentuh angka Rp 75 ribu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Perkebunan, Lita Handini baru-baru ini bercerita, biji coklat fermentasi dari perkebunan di Berau, Kalimantan Timur, ditaksir oleh pembeli asal Negara Prancis.

Lita mengatakan, mereka adalah para produsen coklat yang memproduksi coklat bar, coklat bubuk dan beragam olahan coklat lainnya.

Dan mereka berniat membeli biji kakao fermentasi dengan grade AA, atau yang paling terbaik.

“Ya, ada pihak dari Prancis yang mau membeli coklat Berau,” jelasnya kepada Tribunkaltim.co, Minggu (6/10/2024).

Baca juga: Disbun Berau Salurkan 70 Bantuan Kotak Fermentasi Kakao pada 4 Poktan

Kendati begitu, calon pembeli dari luar negeri tersebut, tidak bisa langsung membeli hasil dari petsni kakao yang berada di Berau.

Namun, mereka masih banyak mempertimbangkan banyak hal, di luar dari kualitas kakao Berau, yang dipastikan tidak kalah saing dari daerah penghasil lainnya.

Bupati Berau, Sri Juniarsih dalam agenda Hari Lapang Petani Kakao di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur pada Kamis (10/6/2021). 
Bupati Berau, Sri Juniarsih dalam agenda Hari Lapang Petani Kakao di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur pada Kamis (10/6/2021).  (TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA)

 

Seperti, mereka memastikan kesejahteraan petani, dan konsen dengan lingkungan. Apakah kakao yang ditanam berada dikawasan khusus untuk perkebunan, dan tidak perlu menebang hutan.

Dan, mereka juga memerhatikan cemaran bahan kimia. Maksimal hanya sebanyak 3 persen.

“Konsumen luar, tidak mau jika terlalu banyak bahan kimia. Dan memperhatikan betul dimana tanaman itu ditanam. Jadi mereka konsen juga dengan lingkungan,” bebernya.

Untuk saat ini, pihaknya masih menunggu uji lab, untuk menuju tahap ke pembelian dari pihak Prancis.

Baca juga: Petani Kakao di Kecamatan Kelay Berau Bakal Dapat Sertifikat Lahan

Sebelum dari pihak Prancis, terdapat negara Italia yang juga menawar produk kakao Berau. Dengan maraknya penjualan kakao Berau, diakui Lita, tidak sebanding dengan produksi dari petani.

Ia mengakui, per tahunnya, kakao Berau yang dihasilkan hanya sebanyak 800 ton biji fermentasi dari luasan lahan 1.000 hektare di 6 sentra penghasil. 

Diakuinya, pembeli dari luar negeri, siap menampung sebanyak-banyaknya, tetapi dari Berau memang belum menghasilkan produk sebanyak itu.

Saat ini, harga jual biji Kakao, yakni sebesar Rp 120 ribu per Kilogramnya. Sebelumnya, hanya menyentuh angka Rp 75 ribu.

Baca juga: Pacu Produk Kakao, Wabub Mahulu Harap Pemkab Punya Lembaga Khusus Pengelolaan

“Kami terus mensosialisasikan, jika masyarakat memiliki lahan perkebunan, sisakan beberapa bagian untuk tanaman Kakao, karana potensinya sangat besar sekali. Apalagi, tidak sulit mencari pembeli dari konsumen nasional atau luar negeri,” tutupnya. (TribunKaltim.co/rap)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved