Tribun Kaltim Hari Ini
Akses Disabilitas Dinilai Belum Optimal, Pemkot Janji Benahi Teras Samarinda
Salah satu warga disabilitas nampak kesulitan melewati pagar pembatas berwarna putih setinggi kurang lebih lutut orang dewasa dengan bantuan tongkat
Penulis: Geafry Necolsen | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Teras Samarinda tahap I senilai Rp 36,9 miliar telah menjadi ruang publik favorit bagi warga Samarinda.
Meski demikian, sejumlah pihak masih mempertanyakan kelengkapan fasilitas di sana, terutama akses bagi penyandang disabilitas.
Jalur pemandu berwarna kuning untuk disabilitas memang tersedia, namun dinilai belum maksimal lantaran tidak sinkron dengan pagar pembatas yang ada.
Menurut pemantauan di lapangan pada 6 Oktober 2024, salah satu warga disabilitas nampak kesulitan melewati pagar pembatas berwarna putih setinggi kurang lebih lutut orang dewasa dengan bantuan tongkatnya.
Baca juga: Tanggapan Akademisi dari Unmul soal Larangan Jasa Fotografi di Teras Samarinda
Hal ini menunjukkan bahwa aksesibilitas bagi kaum disabilitas belum sepenuhnya terpenuhi di Teras Samarinda.
Anni Juwariyah, Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalimantan Timur, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pemahaman tentang kebutuhan disabilitas dalam pembangunan infrastruktur publik.
Ia menekankan pentingnya sensitif disability atau kepekaan terhadap disabilitas dalam merancang dan membangun fasilitas umum.
"Supaya teman-teman disabilitas bisa menikmati infrastruktur yang diberikan dan dibangun oleh pemerintah. Tapi sering kali karena pemahamannya kurang, jadi seperti itu," ungkap Anni saat ditemui hari ini, Senin (7/10/2024).
Ia juga menyebutkan bahwa tempat parkir di Teras Samarinda saat ini terlalu jauh, sehingga menyulitkan penyandang disabilitas untuk mengakses fasilitas di dalam kawasan tersebut.

Anni berharap ke depannya Teras Samarinda dapat menyediakan tanda-tanda visual khusus, termasuk pelican cross untuk memudahkan penyandang disabilitas menyeberang jalan.
Sebelumnya kami dipanggil untuk menilai sejumlah fasilitas pemerintah untuk disabilitas, hanya saja setelah infrastruktur hampir selesai dibangun.
"Seharusnya, lebih baik disesuaikan sejak awal, agar tidak perlu diperbaiki lagi nanti," jelasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang saat ini tengah mengambil cuti kampanye, menyampaikan bahwa pagar pembatas yang ada saat ini hanya bersifat sementara.
Baca juga: Aktivitas Komersial di Teras Samarinda Dibatasi, Pengamat Ekonomi: Perencanaan Harus Komprehensif
"Memang belum kita umumkan, namun hanya sementara untuk menghindari orang-orang yang memasukkan kendaraan ke sini. Tapi lambat laun tempat ini adalah tempat yang bisa diakses oleh semua," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa beberapa pagar pembatas di Teras Samarinda telah didesain untuk dapat dibuka (knock down) ketika diperlukan oleh penyandang disabilitas.
Meski demikian, dirinya menghargai masukan ini sebagai bentuk evaluasi untuk terus meningkatkan inklusivitas di Teras Samarinda.
"Kendalanya di pagar saja, namun ini hanya kurang informasi saja," pungkasnya. (TribunKaltim.co/ave)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.