Pilkada Balikpapan 2024

Atasi Depresi Gen Z di Balikpapan, Calon Wakil Walikota Syukri Wahid Beber Strategi

Calon Wakil Walikota Balikpapan nomor urut 3, Syukri Wahid, mengungkapkan keprihatinan terhadap meningkatnya angka depresi di kalangan anak muda

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH
Calon Wakil Walikota Balikpapan, Syukri Wahid, mewacanakan pendidikan vokasi berbasis keterampilan untuk membantu Gen Z mengatasi depresi dan menghadapi tantangan dunia digital. Ia menekankan pentingnya kelas terbuka dan program pendampingan agar generasi muda siap untuk industri. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Calon Wakil Walikota Balikpapan nomor urut 3, Syukri Wahid, mengungkapkan keprihatinan terhadap meningkatnya angka depresi di kalangan anak muda.

Dia menyebut bahwa beberapa analisis menunjukkan Gen Z kemungkinan besar rentan terhadap depresi, yang angkanya meningkat dengan cepat.

Syukri beranggapan, Gen Z lebih rentan terhadap depresi karena tumbuh dalam dunia digital yang penuh tantangan.

“Ketika mereka tumbuh dalam dunia digital dan teknologi, mereka tidak lagi mengakses ruang publik dengan cara konvensional seperti pada zaman saya,” ujarnya, Minggu (13/10/2024). 

Dia menganggap keterbukaan informasi yang cepat dan tanpa batasan saat ini dapat menekan anak muda yang belum siap beradaptasi. 

Baca juga: Segini Besaran Honor Petugas Sortir Surat Suara untuk Pilkada Balikpapan 2024

Baca juga: PDIP Balikpapan Beber 5 Kali Juara Pilkada Balikpapan, Budiono Yakin Jagoannya Kalahkan Rahmad-Bagus

Pentingnya memiliki keunggulan kompetitif di era digital ini sangat ditekankan oleh Syukri, yang mengingatkan bahwa kesempatan kerja juga semakin sempit.

Oleh karena itu, pendekatan berbasis skill menjadi krusial.

"Maka, kita perlu mengarahkan Gen Z sejak awal kepada kompetensi berbasis skill," tambahnya.

Mewujudkan pendidikan yang fokus pada pengembangan keterampilan adalah langkah yang dianggap Syukri sebagai solusi.

“Dulu Pak Imdad mengatakan bahwa kita perlu kota vokasi, pendidikan yang mengarah ke skill. Karena semakin berbasis skill, itu akan semakin penting,” katanya.

Dia mengklarifikasi bahwa skill di sini mencakup ekonomi kreatif, bukan hanya keterampilan tradisional seperti di STM yang membutuhkan alat berat.

“Gen Z terpapar internet selama 8 jam per hari, jadi semua harus berbasis digital,” ujarnya.

Syukri mengusulkan pembentukan kelas terbuka dan program pendampingan untuk Gen Z di dinas atau dalam bentuk “Rumah Gen Z” untuk memberikan rekomendasi dan saran pembinaan.

Dalam peran sebagai jembatan antara pemerintah dan dunia kerja, Syukri berkomitmen untuk mempertemukan kedua belah pihak.

“Pemerintah memang tidak bisa memberikan pekerjaan, tetapi jika Anda diberikan alat untuk mendapatkan pekerjaan, itu jauh lebih baik,” tegasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved