Berita Kutim Terkini
DPPKB Kutim Sosialisasikan Implementasi KB Pria, Ini Perbedaan Kebiri dan Vasektomi
Dimana, dalam program Keluarga Berencana (KB) tidak hanya dilakukan oleh wanita (istri) saja, pria atau suamipun juga bisa ikut berpartisipasi
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur menyuarakan kembali soal implementasi KB pria alias Vasektomi.
Dimana, dalam program Keluarga Berencana (KB) tidak hanya dilakukan oleh wanita (istri) saja, pria atau suamipun juga bisa ikut berpartisipasi.
Salah satunya melalui KB Pria atau Vasektomi.
"KB pria itu ada, bahkan untuk jangka panjang yakni Vasektomi KB pria bukan di kebiri dan tidak ada unsur paksaan untuk menggunakannya," ujar Plt Sekretaris DPPKB Kutim Hj Mustika, Rabu (16/10/2024).
Baca juga: Kecamatan Teluk Pandan Pamerkan Produk Turunan Gula Aren di Kutim Expo, Inovasi Produk Lokal
Demi mengurangi risiko kematian terhadap ibu dan bayi, bapak bisa melakukan upaya berKB dengan menggunakan Vasektomi.
Bukan hanya untuk mengendalikan ledakan penduduk dan bonus demografi tahun 2025 - 2045, menjadi akseptor KB juga bisa membuat badan lebih sehat.
"Kalau ibu nya sudah tidak bisa ber KB untuk itu Bapak nya yang di KB kan dengan syarat-syarat tertentu dan tidak ada unsur paksaan," imbuhnya.
Sementara itu, narasumber dalam sosialisasi, PKB Sangatta Utara Yunilawati dan motivator KB Pria Syahruddin Sidik, menyampaikan soal perbedaan kebiri dan Vasektomi.
Dimana, Vasektomi atau dikenal dengan metode operasi pria (MOP) merupakan adalah metode KB yang aman bagi pria yang tidak ingin lagi mempunyai anak dengan cara operasi kecil sehingga air mani tidak lagi mengandung sperma.
“Selama ini orang-orang menganggap KB itu hanya untuk wanita. Padahal kaum pria pun saat ini sudah bisa berKB dengan memakai kondom atau operasi Vasektomi,” terangnya.
Menurutnya, masih banyak masyarakat salah memahami Vasektomi. Hal itu menyebabkan rendahnya pemanfaatan Vasektomi sebagai alat kontrasepsi pria.
Padahal, metode ini sangat efektif dan aman untuk mencegah kehamilan.
Tak hanya itu, masih banyak warga yang menyamakan Vasektomi dengan kebiri, yang ternyata keduanya jauh berbeda.
Pada kebiri, kedua testis pria diambil, akan tetapi pada Vasektomi hanya dilakukan operasi kecil dan tidak mengganggu fungsi seksual pria.
“Dengan cara ini, para lelaki masih bisa melakukan kegiatan seksualnya seperti biasa, hanya saja sperma mereka tidak bisa berfungsi untuk menjadi buah pada rahim wanita,” pungkasnya.(*)
| 21 Puskesmas dan RSUD Talisayan Kutim Kini Berstatus BLUD, Simak Keunggulannya |
|
|---|
| Heboh Isu Asusila, Pegawai DPPKB Kutim Teken Petisi Tolak Eks Kadis dan Desak Pecat Oknum ASN |
|
|---|
| PHK di Depan Mata, Kutim Bergerak ke ESDM Minta Kuota Batu Bara Dikembalikan |
|
|---|
| Lindungi 1.200 Hektare Sawah, Pemkab Kutim Alokasikan Rp 00 Juta untuk Asuransi Petani di APBD 2026 |
|
|---|
| Wabup Mahyunadi Pimpin Kontingen Kutim di Porprov Kaltim 2026, KONI Incar 3 Besar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241016_Sosialisasi-KB-Pria-oleh-DPPKB-Kutim.jpg)