Rabu, 29 April 2026

Pilkada Kaltim 2024

Akademisi UNU Kaltim Harap Paslon Pilkada 2024 Adu Visi Misi, Bukan Saling Sindir

Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur atau UNU Kaltim, Sari Mulyani berharap pasangan calon (paslon) di Pilkada Kaltim 2024.

|
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIRUS
PILKADA KALTIM 2024 - Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Kaltim, Sari Mulyani berharap pasangan calon di Pilkada Kaltim adu visi–misi bukan saling sindir pada Kamis (17/10/2024). Kampanye sesuai dengan etikanya dilarang saling menjatuhkan untuk meningkatkan citra diri agar masyarakat mengalihkan dukungan. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur atau UNU Kaltim, Sari Mulyani berharap pasangan calon (paslon) di Pilkada Kaltim adu visi–misi bukan saling sindir, Kamis (17/10/2024).

Dosen UNU yang karib disapa Sari tersebut, melihat gaya komunikasi kontestan belakangan ini tampak saling sindir baik di media maupun di media sosial (medsos).

Hal tersebut disampaikan dalam Diskusi Publik yang mengusung “Gaya Komunikasi Politik Paslon Pilkada Kaltim 2024,” di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur

Masa kampanye, Menurut Sari, tentunya mesti dimaksimalkan para paslon berlomba meraih simpati dan dukungan dari masyarakat.

Baca juga: Ingatkan Paslon Pilkada Kaltim 2024 Hindari Kampanye Hitam dan Negatif, Pengamat: Bisa Picu Blunder

Kampanye sesuai dengan etikanya dilarang saling menjatuhkan untuk meningkatkan citra diri agar masyarakat mengalihkan dukungan.

Sebaiknya masing-masing paslon dapat meningkatkan citra diri melalui pendekatan visi–misi.

Seharusnya untuk meningkatkan kapabilitas itu sampaikan visi dan misi paslon, ketika berbicara dengan petani.

"Ya sampaikan program pertanian, begitu juga yang lainnya sesuaikan kebutuhan, itu yang diharapkan, sehingga dapat mengenai sasaran,” ungkapnya.

Tentunya, gaya komunikasi politik saling sindir menyebabkan gaduh di tengah masyarakat.

Baca juga: Tanggapan Pengamat Komunikasi Politik Fisipol Unmul Terkait Maraknya Survei di Pilkada Kaltim 2024

Karena pemahaman setiap orang berbeda dalam menerima sebuah pernyataan.

Hal ini yang tidak diinginkan olehnya di kalangan akademisi.

Ilustrasi Pilgub Kaltim 2024, proses demokrasi menentukan kepala daerah untuk lima tahun mendatang.
Ilustrasi Pilgub Kaltim 2024, proses demokrasi menentukan kepala daerah untuk lima tahun mendatang. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

“Kami harapkan dalam momentum ini, paslon bisa memberikan edukasi politik. Tidak menghadirkan pembandingan antar paslon,” tukasnya.

Sari mengajak seluruh masyarakat juga bisa menyaring peristiwa-peristiwa politik yang terjadi belakangan ini.

“Masyarakat juga saya sarankan tidak mudah mempercayai isu hoaks yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab,” tegasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved