Berita Mahulu Terkini
BKKBN Kaltim: Pentingnya Program KB dan Kesehatan Reproduksi, Ciptakan Masyarakat Sehat di Mahulu
Pentingnya program Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Sunarto, menegaskan pentingnya program Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Hal ini disampaikan dalam acara intensifikasi dan integrasi pelayanan KBKR yang digelar di Lamin Adat Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahulu, Selasa (29/10/2024).
"Program KB dan Kesehatan Reproduksi merupakan upaya pemerintah untuk memenuhi hak reproduksi setiap pasangan usia subur (PUS)," katanya saat membacakan sambutannya.
Baca juga: Saat Hari Sumpah Pemuda Kadis Parpora Sebut Pemuda Harus Jadi Pilar Utama dalam Pembangunan Mahulu
Menurutnya, program ini memberikan kesempatan bagi PUS untuk merencanakan jumlah dan jarak anak yang diinginkan.
Ia menekankan kontribusi program KB dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
"Program ini juga mencegah stunting dan kemiskinan ekstrem melalui pencegahan kehamilan 'empat terlalu': terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering, dan terlalu banyak," ucapnya.
Data menunjukkan angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi, dengan 189 per 100.000 kelahiran hidup, jauh di atas target SDGs yang menargetkan di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030.
"Kita perlu memperbaiki angka-angka ini agar generasi mendatang dapat hidup lebih baik," tuturnya.
Mengenai stunting, Ia menjelaskan stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis.
"Anak yang stunting pasti pendek, tetapi anak pendek belum tentu stunting," ujarnya.
Data terbaru menunjukkan penurunan angka stunting, tetapi masih diperlukan upaya lebih lanjut.
Dalam hal kesertaan KB modern, Ia mencatat adanya peningkatan secara nasional dari 59,4 persen menjadi 60,4 persen.
Namun, di Provinsi Kalimantan Timur, angka tersebut masih di bawah capaian nasional, yaitu 54,6 persen.
"Di Kabupaten Mahulu, kesertaan KB masih rendah, hanya 27,6 persen," sebutnya.
Satu tantangan yang dihadapi adalah unmet need atau kebutuhan KB yang tidak terpenuhi.
| Plafon Rusak Disorot, Dinkes Mahulu Cari Celah Anggaran Demi Kebut Perbaikan Puskesmas |
|
|---|
| Bongkar Rahasia Kampung Lutan Mahulu yang Sukses Ternak 1.000 Ayam Petelur |
|
|---|
| Mahakam Ulu Siapkan Pembangunan RS Tipe C, Dinkes akan Kembali Akreditasi |
|
|---|
| Pemkab Mahulu dan PT SAA Capai Kesepakatan Kerja Sama Sawit di Long Hubung |
|
|---|
| Ketua NU Mahulu Ajak Tokoh Agama Perkuat Kesadaran Politik Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241030_BKKBN.jpg)