Pilkada Kutim 2024
Debat Pilkada Kutim 2024 Berlangsung Panas, Ardiansyah Sulaiman: Saya Tidak Ingin Membuka Borok
Tanya jawab Ardiansyah Sulaiman-Mahyunadi dan Kasmidi-Kinsu berlangsung panas di debat Pilkada Kutim 2024.
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Heriani AM
TRIBUNKALTIM.CO - Tanya jawab Ardiansyah Sulaiman-Mahyunadi dan Kasmidi-Kinsu berlangsung panas di debat Pilkada Kutim 2024.
Hal ini bermula dari pertanyaan Kasmidi Bulang ke paslon nomor urut 02, Ardiansyah Sulaiman-Mahyunadi.
"Ada kejadian yang luar biasa di Kutim, dengan APBD yang cukup besar, kurang lebih Rp14 triliun, serapan sampai hari ini masih 30 persen. Solusi apa yang mau dilakukan Pak Bupati?
Apakah mungkin APBD itu bisa terserap? Langkah kongkrit apa yang dilakukan dalam waktu 2 bulan?," tanya Kasmidi.
Baca juga: Debat Pilkada Kutim 2024, Ardiansyah-Mahyunadi Pertanyakan Implementasi soal Visi Kasmidi-Kinsu
Sama-sama petahana, baik Kasmidi Bulang maupun Ardiansyah Sulaiman bekerja membangun Kutai Timur.
Namun menurut Ardiansyah, pertanyaan Kasmidi tidak sesuai dengan visi misi karena menanyakan kondisi saat ini.
"Seharusnya kita berbicara soal visi misi, tapi yang ditanyakan adalah kondisi sekarang. Mohon maaf, jika refleksi ke 5 tahun ke belakang, apa yang Bapak lakukan?," tanya Ardiansyah balik.
"Saat 3 tahun pemerintahan yang saya pimpin, luar biasa pembangunan. Meskipun saya yakin, kita masih banyak kendala. Saya tidak ingin membuka borok yang ada selama ini. Saya hanya ingin bekerja menuntaskan 7 program unggulan saya kemarin. Dan itu 90 persen berjalan dengan baik," tegasnya.

Namun jawaban tersebut tak membuat Kasmidi puas.
Menurutnya, hal yang ia tanyakan sudah sesuai dengan tema dan visi misi di debat Pilkada Kutim 2024.
"Siapa bilang tidak ada hubungannya? SiLPA itu berkaitan dengan kinerja ASN yang malam hari ini ada di sub tema kita dan visi misi kita berdua. Yang saya tanyakan, apa langkah kongkritnya?," tuntut Kasmidi Bulang.
Calon wakil Bupati 02, Mahyunadi bergiliran menjawab.
"SiLPA itu tidak dosa. Bisa dipertanggung jawabkan untuk negara. Daripada digunakan untuk pembangunan patung Ultramen, tidak bermanfaat untuk masyarakat. Saya amati, terjadinya SiLPA karena terlambatnya pengesahan APBD Perubahan," jawab Mahyunadi.
Baca juga: Debat Pilkada Kutim 2024, Strategi Ardiansyah-Mahyunadi untuk Manfaatkan Lahan Pasca Tambang
Untuk diketahui, debat perdana Pilkada Kutim 2024 ini mengangkat tema Transformasi Sumber Daya Manusia Nenuju Hilirisasi Sumber Daya Alam Kutai Timur yang Inklusif dan Berkesinambungan.
Dalam debat Pilkada Kutim 2024 malam ini, dua paslon Kasmidi Bulang-Kinsu vs Ardiansyah Sulaiman-Mahyunadi akan beradu visi misi, program kerja dan gagasan untuk pertama kalinya di panggung debat.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.