Kamis, 7 Mei 2026

Berita Paser Terkini

DPRD Paser Dorong Pemerintah Daerah Jadikan Pertanian sebagai Sektor Andalan 

Ketua Komisi II DPRD Paser, Sukran Amin meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser untuk fokus dalam mengembangkan sektor pertanian di daerah

Tayang:
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Salah satu lahan pertanian milik warga yang ada di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.  TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Ketua Komisi II DPRD Paser, Sukran Amin meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser untuk fokus dalam mengembangkan sektor pertanian di daerah. 

Hal yang mesti diperhatikan yaitu dari sisi kualitas hingga hasil produksi, sehingga pertanian bisa dijadikan sebagai sektor andalan. 

Ketua Komisi II DPRD Paser, Sukran Amin mengatakan sudah semestinya upaya pengembangan dilakukan untuk peningkatan kualitas dari sektor pertanian. 

"Pengembangan pertanian bertujuan dalam meningkatkan kualitas usaha tani, meningkatkan hasil produksi dan mengalihkan penggunaan pupuk kimia ke pupuk organik," terang Sukran di Tanah Grogot, Senin (4/11/2024). 

DPRD Paser juga akan memastikan ketersediaan lahan pertanian untuk produksi skala besar, yang mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam daerah maupun luar daerah. 

Baca juga: Koordinasi soal Layanan kepada Masyarakat, Komisi II DPRD Paser Sambangi BPJS Kesehatan Balikpapan 

Baca juga: Raker Bapemperda, DPRD Paser Usul 3 Raperda yang akan Diparipurnakan

"Ada banyak lahan di Paser yang tidak termanfaatkan, termasuk lahan yang masuk dalam kawasan cagar alam (CA). Begitu juga infrastruktur yang kurang, hingga pasar untuk hasil tani juga perlu dipersiapkan," tambahnya. 

Menurutnya, lahan pertanian yang masuk dalam kawasan CA mengakibatkan terhambatnya pengembangan pertanian dikarenakan tidak produktif untuk dilakukan pembangunan infrastruktur penunjang. 

Kedepannya, Sukran berencana akan membahas persoalan tersebut ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. 

"Ini dilakukan, untuk meningkatkan produksi pertanian yang tiap tahun menurun karena beralih ke sektor perkebunan," sebutnya. 

Ia juga menyoroti banyaknya petani yang beralih profesi, dikarenakan lebih memilih usaha yang dianggap menjanjikan dibanding pertanian. 

"Banyaknya petani yang beralih profesi menjadi pekebun, kemungkinan disebabkan keuntungan yang dihasilkan lebih menjanjikan," ungkapnya. 

Baca juga: Ikuti Talk Show HSN, Anggota DPRD Paser Harapkan Santri Jadi Pilar Utama Jaga Nilai-nilai Agama 

Perihal persaingan harga jual dalam daerah dan dari luar daerah, menurut Sukran juga perlu menjadi perhatian bersama. 

Hal itu dikarenakan, konsumen akan cenderung membandingkan harga hasil tani dengan memilih yang lebih murah. 

"Ini yang mesti menjadi perhatian, karena jangan sampai lebih mahal biaya produksi dibandingkan harga jual, begitupun infrastruktur yang tidak layak maupun tidak ada serta perlu dipersiapkan pasar hasil tani dalam daerah," tutup Sukran.  (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved