Jumat, 10 April 2026

Berita Mahulu Terkini

Cara Kelola Pariwisata Long Pahangai di Mahulu Kaltim ala Thomas Ding

Camat Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Thomas Ding, menekankan pentingnya mengelola potensi pariwisata dan alam secara berkelanjutan

Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/KRISTIANI TANDI RANI
KELOLA WISATA MAHULU - Salah satu event wisata di Long Pahangai, Hudoq Pakayang, Kalimantan Timur. Camat Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Thomas Ding, menekankan pentingnya mengelola potensi pariwisata dan alam secara berkelanjutan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat di Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur.  

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Camat Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Thomas Ding, menekankan pentingnya mengelola potensi pariwisata dan alam secara berkelanjutan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat di Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur

Dia mengungkapkan keyakinannya bahwa pariwisata dan pertanian dapat menjadi tumpuan ekonomi desa di Long Pahangai, Mahakam Ulu, jika digarap dengan serius.

"Kalau terus diolah dan diasah, saya yakin pariwisata bisa menjadi sumber penghidupan. Tapi memang harus terus menerus, seperti hujan mengikis batu, lama kelamaan pasti akan hancur," katanya kepada TribunKaltim.co pada Selasa (5/10/2024). 

Menurutnya, dorongan yang konsisten akan membuat masyarakat dapat hidup dari sektor-sektor tersebut.

Baca juga: Bupati Mahulu Kaltim Dorong Pengembangan Hudoq Pakayang untuk Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Salah satu potensi yang masih belum banyak terekspos, menurutnya, adalah sumber daya alam berupa garam. 

Sebenarnya yang belum terekspos itu ada potensi alam seperti garam.

"Tapi ini hanya untuk tingkat lokal, tidak bisa kita produksi besar-besaran," ucapnya. 

Meskipun hanya untuk konsumsi lokal, Ia menjelaskan bahwa kualitas garam tersebut cukup bagus berdasarkan penelitian Universitas Mulawarman (Unmul).

"Garam itu juga mempunyai kadar yang cukup bagus. Kalau seperti yang diteliti oleh Universitas Mulawarman, ada dua titik potensial, di Lirung Ubing dan Long Pakaq," jelasnya. 

Namun, untuk Long Pakaq, ia menambahkan bahwa titik koordinat yang lebih akurat perlu dicari, karena lokasinya agak sulit diakses.

Potensi pariwisata alam juga menjadi perhatian utama. Ia menyoroti keperluan untuk menata wisata alam seperti arung jeram. 

Baca juga: Disparpora Mahulu Kaltim Siapkan Kharisma Event Nusantara untuk Tingkatkan Pariwisata

"Kita harus menjaga dan menata wisata alam seperti arung jeram. Ini perlu dikelola dengan baik dan benar," ujarnya. 

Ia berharap bahwa pihak kabupaten bisa ikut serta membantu mendesain pengelolaan pariwisata secara lebih utuh.

Ia juga menyebut pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun pariwisata lokal. 

"Selama ini, kita hanya begitu-begitu saja. Seperti Hudoq Pakayang ini, kalau tidak ada kerja keras teman-teman di kampung dan kolaborasi dengan kita, acara besar seperti ini mungkin sulit terealisasi," tuturnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved