IKN Gawat DBD
Minimalisasi Risiko DBD di Kalangan Pekerja Konstruksi, OIKN Perkuat Penanganan Kesehatan di HPK
Minimalisasi risiko DBD di kalangan pekerja konstruksi, Otorita IKN perkuat penanganan kesehatan di HPK.
Penulis: Zainul | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, IKN Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan akan terus memperkuat upaya penanganan kesehatan di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) di wilayah proyek IKN, menyusul munculnya kasus demam berdarah dengue (DBD) yang mulai menyerang para pekerja.
Meskipun pada Senin (4/11/2024) kemarin dilaporkan adanya penurunan jumlah kasus DBD sebanyak dua kasus, namun OIKN menilai kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.
Hal ini karena penyebaran DBD telah menjangkiti Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dan mengancam pekerja konstruksi yang tinggal di HPK.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Harold Yohanes Pantouw menegaskan, langkah pencegahan sudah dilakukan melalui sejumlah kebijakan dan kerja sama dengan instansi terkait.
"Otorita IKN telah mengeluarkan imbauan kepada penyedia jasa konstruksi dan masyarakat di wilayah IKN untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan kegiatan 3M, yaitu menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air, serta memanfaatkan kembali barang bekas seperti botol, ban, kaleng, dan drum," ujar Troy dalam keterangan resminya kepada TribunKaltim.co, Selasa (5/11/2024).
Baca juga: Pekerja IKN Ternyata Jarang Mandi, Dinkes PPU Ungkap Penyebab Melonjaknya Kasus DBD di Ibu Kota Baru
Seiring dengan imbauan tersebut, OIKN bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat mengadakan fogging serentak di seluruh wilayah KIPP dan area permukiman di Kecamatan Sepaku.
Kegiatan ini diharapkan dapat memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor penyebab DBD.
Selain fogging, OIKN juga menggandeng Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) untuk melakukan penaburan ikan pemangsa jentik di embung dan kolam di sekitar KIPP.
Program ini bertujuan untuk mengendalikan populasi jentik nyamuk secara alami.
Lebih lanjut, OIKN berencana mengadakan penyuluhan kesehatan yang melibatkan para pekerja dan warga sekitar serta pemeriksaan kesehatan dan layanan pengobatan gratis untuk memastikan kesehatan mereka tetap terjaga.
"Kami menyadari pentingnya menjaga kesehatan pekerja sebagai aset penting dalam pembangunan proyek IKN. Oleh karena itu, penyediaan fasilitas kesehatan juga menjadi prioritas kami," tambah Troy.
Baca juga: Otorita Sebut Kasus DBD yang Jangkit Pekerja IKN Sudah Alami Penurunan, Ini Langkah Khusus OIKN
Saat ini, kata dia, dua rumah sakit dan tiga klinik telah beroperasi di wilayah KIPP untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi para pekerja dan masyarakat setempat.
Kebijakan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan IKN, termasuk penyedia jasa konstruksi dan komunitas lokal.
Upaya kolektif ini diharapkan dapat meminimalisir risiko DBD di kalangan pekerja, memperkuat ketahanan kesehatan lingkungan, serta menjaga kelancaran proses pembangunan IKN yang menjadi pusat pemerintahan masa depan Indonesia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241105_Kawasan-Hunian-Pekerja-Konstruksi-HPK-IKN.jpg)