Berita Nasional Terkini
Apa Itu Deep Learning? Diisukan Gantikan Kurikulum Merdeka, Ini Penjelasan Mendikdasmen Abdul Mu’ti
Apa itu deep learning? Diisukan gantikan Kurikulum Merdeka, ini penjelasan Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
TRIBUNKALTIM.CO - Apa itu deep learning? Diisukan gantikan Kurikulum Merdeka, ini penjelasan Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Metode belajar deep learning menjadi pembahasan usai ada kabar bahwa perubahan kurikulum pendidikan dasar dan menengah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sempat menyebutkan akan menggagas Kurikulum Deep Learning sebagai pengganti Kurikulum Merdeka Belajar yang diterapkan saat ini.
Mu'ti menyatakan Kurikulum Deep Learning sebagai pengganti Kurikulum Merdeka Belajar dalam sebuah kegiatan.
Baca juga: Menteri Abdul Muti Bahas Anggaran Pendidikan di DPR, Kutip Lagu Melly Goeslaw, Jangan Kau Gantung
Pernyataan itu kemudian direkam dan dibagikan ke media sosial.
Menurut Mu'ti, deep learning bertujuan memberikan pengalaman belajar lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa.
Deep learning memiliki tiga elemen utama, yaitu Mindfull Learning, Meaningfull Learning, dan Joyfull Learning.
- Mindfull Learning: menyadari keadaan murid berbeda-beda
- Meaningfull Learning: mendorong murid berpikir dan terlibat dalam proses belajar
- Joyfull Learning: mengedepankan kepuasan dan pemahaman mendalam.
Lalu, apa itu deep learning yang disebut akan menggantikan Kurikulum Merdeka Belajar?
Deep Learning sebagai pendekatan belajar Abdul Mu'ti mengungkapkan, istilah deep learning atau pembelajaran mendalam adalah pendekatan belajar untuk meningkatkan kapasitas siswa.
Namun, dia membantah deep learning dianggap sebagai sebuah kurikulum pendidikan.
"Deep learning itu bukan kurikulum. Itu pendekatan belajar," ujarnya usai acara "Pak Menteri Ngariung" di halaman Kantor Badan Bahasa, Jakarta, diberitakan Antara, Sabru (9/11/2024).
Mu'ti menegaskan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini masih mengkaji kurikulum pendidikan yang akan diterapkan di Indonesia.
Meski begitu, dia memastikan Kemendikdasmen belum memutuskan untuk mengganti Kurikulum Merdeka Belajar yang diterapkan pada masa jabatan Mendikbudristek Nadiem Makarim.
Baca juga: Gaji Guru Naik 2025, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti Sebut Sudah Ada Anggarannya
"Belum ada keputusan soal itu, yang saya sampaikan itu soal pendekatan belajarnya," tegas Mu'ti.
Di sisi lain, Mu'ti menyatakan pihaknya akan mengkaji materi-materi, urutan, serta bobot untuk pembelajaran sehingga tidak membebani murid dan guru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241107_abdul-muti-ya.jpg)