Minggu, 10 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Inilah Daerah Tertinggi dan Terendah Kasus DBD di Kaltim,  Akmal Malik Segera Memitigasi

Menjelang akhir 2024, Kasus demam berdarah dengue di Provinsi Kalimantan Timur atau DBD Kaltim

Tayang:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
CEGAH DBD KALTIM - Fogging atau pengasapan serta bersih bersih lingkungan di Perumahan Talangsari Regency Lavender Lily RT 31 Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Samarinda Utara, Minggu (3/3/2024). Kegiatan Fogging dan jaga kebersihan dengan 3M dilakukan warga demi mencegah penyebaran DBD. 

"Karena wilayah ekuator (berada di garis khatulistiwa). Jadi walaupun wilayah lain sedang musim panas, di Kaltim tetap akan turun hujan," bebernya.

Karena iklim yang selalu basah itulah memunculkan banyaknya genangan yang memungkinkan nyamuk aedes aegypti leluasa berkembang biak pada bejana-bejana yang tersedia air.

Saat ini Dinkes Kalimantan Timur tengah mengupayakan pemenuhan program vaksin demam berdarah.

Hanya saja, diakuinya Dinkes Kaltim belum bisa memberikan perlindungan secara menyeluruh dengan vaksin karena harga yang tinggi membuat ketersediaan vaksin DBD masih terbatas.

Ia menyebutkan saat ini Dinkes tengah mengupayakan kurang lebih 1000 vaksin yang disalurkan secara bertahap.

Baca juga: DPRD Kaltim Ingatkan Bahaya DBD, Dorong Pemerintah Upayakan Pencegahan Akibat Perubahan Cuaca

Namun ungkapnya, alokasinya pun bukan untuk Kabupaten PPU, tetapi program lanjutan vaksin di Balikpapan dan Samarinda.

"Karena fokus kami untuk kelompok usia paling berisiko. Di Kaltim, umur paling berisiko itu di bawah 14 tahun," sebutnya.

"Tapi kalau ada perubahan penyaluran nanti tergantung kebijakan pimpinan," imbuhnya.

Dinkes Kaltim menyadari seluruh kelompok usia berisiko terjangkit demam berdarah.

Oleh sebab itu, selain vaksin, mereka sudah rutin melakukan fogging atau pengasapan guna menekan penyebaran nyamuk aedes aegypti.

Namun Setyo menegaskan, fogging hanya mampu membunuh nyamuk dewasa dan tidak berpengaruh pada telur atau jentik nyamuk.

"Nyamuk banya perlu waktu 14 hari untuk menetas. Jadi seminggu habis fogging, nyamuk muda akan bermunculan lagi," bebernya.

"Untuk jentiknya bisa dibasmi dengan abate (temephos). Itu juga sudah kita bagikan secara gratis," bebernya.

Oleh seba itu, tegasnya, untuk membasmi sarang nyamuk demam berdarah dibutuhkan kerja sama dan kepedulian masyarakat itu sendiri.

Antara lain menerapkan 3M. Rajin menguras dan menutup tempat penampungan air serta mengubur kaleng-kaleng bekas agar tidak menjadi tempat genangan air.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved