Berita Samarinda Terkini
Ancaman Kebakaran di Samarinda Masih Tinggi, Pemkot Gencar Cari Solusi
Ancaman kebakaran di Samarinda masih tinggi, pemerintah kota gencar mencari Solusi.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyampaikan komitmennya dalam mengatasi permasalahan kebakaran yang kerap terjadi.
Hal itu disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Samarinda, Ridwan Tassa.
“Kita memang belum bisa terbebas dari ancaman-ancaman musibah kebakaran, terutama dari sisi korsleting listrik. Ini disebabkan oleh kabel lama dan kepadatan permukiman yang seringkali membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan menjangkau lokasi kebakaran,” ujar Ridwan usai memberikan santunan kepada korban kebakaran di Jalan Lambung Mangkurat, Jumat (13/12/2024) hari ini.
Ia melanjutkan, kebakaran di Samarinda cukup sering terjadi dibandingkan kota besar lainnya.
Bahkan, dalam beberapa kesempatan, musibah kebakaran bisa terjadi dua kali dalam sehari.
Baca juga: Pemkot Samarinda Berikan Santunan kepada Keluarga Relawan GMS dan Korban Kebakaran
Untuk itu, Pemkot Samarinda tengah merancang program revitalisasi arus listrik di pemukiman padat penduduk.
"Pak Wali Kota telah tiga kali menyampaikan program ini kepada kami untuk periode kepemimpinan ke depan. Salah satu program utama adalah mencari solusi agar kebakaran tidak lagi menjadi permasalahan rutin di Samarinda. Kami akan menganggarkan program ini agar semua permukiman di Samarinda terhindar dari potensi kebakaran,” tambah Ridwan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Samarinda, Hendra AH mengungkapkan bahwa lebih dari 50 persen kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik.
Baca juga: 2 Relawan Dimakamkan Berdampingan, Mobil Alami Kecelakaan Saat Menuju Lokasi Kebakaran di Samarinda
Ia juga menyoroti kelalaian masyarakat sebagai faktor utama.
"Sebagian besar masyarakat kita masih lalai, bahkan 90 persen lebih kebakaran terjadi akibat kelalaian. Contohnya, banyak warga yang meninggalkan kompor menyala saat memasak. Hal ini sering sekali menjadi penyebab kebakaran,” tambahnya.
Untuk mengurangi risiko kebakaran, Hendra menyebut bahwa Damkar Samarinda sejatinya telah melakukan berbagai sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
Namun, dirinya berkomitmen upaya tersebut akan terus digencarkan ke depannya.
"Kami terus mengingatkan warga untuk memeriksa peralatan seperti kabel dan colokan, agar kita bisa mencegah potensi kebakaran," tutup Hendra. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241213_Asisten-I-Pemkot-Samarinda-Ridwan-Tassa.jpg)