Berita Nasional Terkini
Terjawab Partai Baru Jokowi Usai Dipecat PDIP, Langsung Keluar dari Mulut Presiden ke-7
Terjawab partai baru Joko Widodo alias Jokowi usai dipecat PDIP. Langsung keluar dari mulut presiden ke-7 baru-baru ini.
TRIBUNKALTIM.CO - Polemik pemecatan Joko Widodo alias Jokowi masih menarik perhatian publik sampai saat ini.
Dimanakan Jokowi akan berlabuh usai dirinya dipecat PDIP?
Terjawab partai baru Joko Widodo alias Jokowi usai dipecat PDIP.
Hal tersebut langsung keluar dari mulut presiden ke-7 baru-baru ini kepada awak media.
Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan bakal mendirikan partai baru setelah dirinya dipecat dari PDI Perjuangan (PDIP).
Baca juga: Terjawab Partai Baru Jokowi usai Dipecat dari PDIP, Mengaku Sudah Diumumkan ke Publik
Kepada media Jokowi pun angkat bicara mengenai kabar dirinya akan membentuk partai baru.
Ya, Jokowi menegaskan, "Partai Perorangan" merupakan partai barunya saat ini.
Partai Perorangan bukanlah partai baru, melainkan hanya guyonan Jokowi ketika menjawab pertanyaan dari awak media.
"Saya sudah menyampaikan, (saya) partai perorangan," tegas Jokowi, menanggapi pertanyaan mengenai rencananya ke depan setelah pemecatan tersebut.
Jokowi menegaskan bahwa ia tidak akan mendirikan partai politik baru.
Pernyataan ini disampaikan Jokowi saat ditemui di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, pada Selasa (17/12/2024).
Ketika ditanya mengenai pengembalian Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP, Jokowi hanya menjawab dengan diam dan tertawa.
Meski demikian, ia mengaku menghormati isi surat pemecatan yang ditandatangani oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto.
Baca juga: Robohnya Tembok Pemecatan Jokowi Sebagai Kader PDIP, Pengamat: Presiden ke-7 Kini Tak Punya Dampak
"Saya menghormati itu," jelasnya.
Jokowi juga menanggapi tudingan yang menyebutkan bahwa ia menyalahgunakan kekuasaan dan merusak demokrasi, yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 1649/KPTS/DPP/XII/2024.
Ia menyatakan bahwa ia tidak merasa perlu membela diri atau memberikan penilaian terhadap tudingan tersebut.
"Karena keputusan itu sudah terjadi," ujarnya, merujuk pada keputusan yang dikeluarkan pada 14 Desember 2024 dan diumumkan pada 16 Desember 2024.
Sebelumnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara resmi memecat Joko Widodo (Jokowi) dari keanggotaan partai.
Baca juga: Profil Bambang Pacul yang Diisukan Keluar dari PDIP, Fakta Terkini Ikut Hadiri Pemecatan Jokowi
Keputusan tersebut diumumkan oleh Ketua DPP Bidang Kehormatan PDIP, Komarudin Watubun, pada Senin (16/12/2024).
Pemecatan ini disertai dengan sejumlah pertimbangan yang mencerminkan pelanggaran serius terhadap aturan internal partai.
Pemecatan Jokowi dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 1649/KPTS/DPP/XII/2024 yang ditetapkan pada 14 Desember 2024.
SK tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto.
Dalam SK itu, terdapat lima keputusan utama, termasuk pelarangan bagi Jokowi untuk melakukan kegiatan atau menduduki jabatan yang mengatasnamakan PDIP.
Baca juga: Karier Politik Jokowi Bersama PDIP, dari Kader Terbaik Kini Jadi Pecatan
"Terhitung setelah dikeluarkannya surat pemecatan ini, maka DPP PDIP tidak ada hubungan dan tidak bertanggung jawab atas sesuatu yang dilakukan oleh saudara Jokowi," ujar Komarudin, Senin.
Selain Jokowi, pemecatan juga dilakukan terhadap Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dan Calon Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Pemecatan Jokowi didasarkan pada pelanggaran yang dianggap melawan terang-terangan terhadap keputusan DPP PDIP, khususnya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Jokowi disebut mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden dari partai politik lain, yakni Koalisi Indonesia Maju, bukan pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang diusung oleh PDIP.
Diketahui, putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Baca juga: Karier Politik Jokowi Bersama PDIP, dari Kader Terbaik Kini Jadi Pecatan
“Sikap, tindakan, dan perbuatan saudara Joko Widodo selaku kader PDIP telah melanggar AD/ART Partai Tahun 2019 serta Kode Etik dan Disiplin Partai,” kata Komarudin.
Selain itu, Jokowi juga dituduh menyalahgunakan kekuasaannya untuk mengintervensi Mahkamah Konstitusi (MK).
Hal ini dianggap mencederai sistem demokrasi, hukum, dan moral-etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yang menurut PDIP merupakan pelanggaran berat.
Mengapa PDIP Mengambil Langkah Tegas?
Dalam SK itu disebutkan bahwa langkah tegas diambil demi menjaga kehormatan, kewibawaan, dan citra partai.
Baca juga: Karier Politik Jokowi Bersama PDIP, dari Kader Terbaik Kini Jadi Pecatan
PDIP menilai bahwa setiap anggota harus mematuhi kode etik, disiplin, serta arah perjuangan yang sejalan dengan ideologi partai.
"Organisasi partai akan efektif apabila di dalamnya terdapat kader-kader yang militan dan patuh terhadap peraturan organisasi," bunyi salah satu pertimbangan dalam SK tersebut.
Rekomendasi pemecatan terhadap Jokowi berasal dari Bidang Kehormatan Partai.
Komite Etik dan Disiplin PDIP juga memberikan masukan serupa melalui rekomendasi tertanggal 11 Oktober 2024.
Apa Aturan yang Mendukung Keputusan Pemecatan?
Baca juga: Resmi Dipecat PDIP Bersama Bobby Nasution dan Gibran, Jokowi Gabung Partai Golkar?
PDIP mendasarkan keputusannya pada sejumlah aturan, termasuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Tahun 2019, Keputusan Kongres V PDIP Tahun 2019, serta Peraturan Partai Nomor 07 Tahun 2020 tentang Kode Etik dan Disiplin Anggota Partai.
"Menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya, memperhatikan, memutuskan, menetapkan, satu memberi sanksi organisasi berupa pemecatan kepada Joko Widodo dari keanggotaan PDIP,” ujar Komarudin.
Dengan dikeluarkannya keputusan ini, PDIP secara resmi memutus hubungan dengan Jokowi, Gibran, dan Bobby Nasution.
PDIP juga menegaskan tidak bertanggung jawab atas tindakan ketiganya di masa mendatang.
Respons Gibran Dipecat PDIP
Baca juga: Resmi Dipecat PDIP Bersama Bobby Nasution dan Gibran, Jokowi Gabung Partai Golkar?
Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka membiarkan angin lewat terlebih dahulu sebelum menjalani sesi doorstop bersama awak media di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (17/12/2024).
Adapun wartawan bertanya kepada Gibran mengenai pemecatannya sebagai kader PDIP.
iketahui, angin tersebut berhembus kencang lantaran pesawat kepresidenan yang ditumpangi Presiden Prabowo Subianto baru take off untuk terbang ke Mesir.
"Bentar, bentar, anginnya biar lewat dulu ya. Yang belakang (wartawannya) belum siap," ujar Gibran sambil merapihkan rambut.
Lalu, barulah Gibran menanggapi pertanyaan wartawan soal pemecatannya dari PDIP.
Baca juga: Karier Politik Jokowi Bersama PDIP, dari Kader Terbaik Kini Jadi Pecatan
Dia menyatakan dirinya menghargai keputusan PDIP yang memecat dirinya.
"Ya kami menghargai dan hormati putusan partai," katanya.
Gibran menjelaskan, dirinya akan fokus dalam membantu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dia pun tidak ingin menjawab lebih jauh apakah akan segera berlabuh ke partai lain atau tidak.
"Tunggu saja," ucapnya.
Baca juga: Resmi Dipecat PDIP Bersama Bobby Nasution dan Gibran, Jokowi Gabung Partai Golkar?
Diketahui, PDIP telah memecat Gibran dari keanggotaan partai karena pencalonannya sebagai calon wakil presiden dianggap sebagai hasil intervensi kekuasaan.
"Dengan mencalonkan diri sebagai cawapres dari partai politik lain (Koalisi Indonesia Maju) hasil intervensi kekuasaan terhadap Mahkamah Konstitusi merupakan pelanggaran kode etik dan disiplin partai, dikategorikan sebagai pelanggaran berat,” kata Ketua DPP Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun pada Senin (16/12/2024).
Gibran dipecat berdasarkan Surat Keputusan (SK) nomor 1650/KPTS/DPP/XII/2024 yang ditetapkan pada 4 Desember 2024 dan ditandatangani oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto.
Alasan lain PDIP memecat Gibran adalah karena dianggap tidak setia, lantaran tak memberikan dukungan bagi Capres-Cawapres yang diusung partai berlambang kepala banteng bermoncong putih, yakni Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Selain Gibran, PDIP juga memecat ayah Gibran, Presiden ketujuh RI Joko Widodo; dan ipar Gibran, calon gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. (*)
Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengapa PDIP Pecat Jokowi dan Apa Dasarnya?"
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.