Kamis, 7 Mei 2026

Berita Mahulu Terkini

Mengenal Hudoq Pakayang, Warisan Budaya Mahakam Ulu yang Mendunia

Upaya ini, lanjutnya, sejalan dengan visi besar Mahakam Ulu untuk menjadi daerah yang berdaya saing dan sejahtera. 

Tayang:
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/KRISTIANI TANDI RANI
HUDOQ PAKAYANG MAHULU - Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh saat membuka pagelaran Hudoq Pakayang. Dengan kearifan lokal yang diangkat ke panggung nasional dan internasional, Hudoq Pekayang kini tidak hanya menjadi identitas masyarakat Dayak, tetapi juga aset kebudayaan Indonesia. 

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Tarian adat Hudoq Pekayang kini menjadi salah satu tradisi budaya yang terus digaungkan sebagai daya tarik pariwisata berbasis budaya di Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur

Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Bonifasius Belawan Geh, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan Hudoq Pakayang sebagai bagian penting dalam pembangunan pariwisata kreatif yang berkelanjutan.

“Hudoq Pekayang memiliki potensi besar dalam mendukung pariwisata berbasis budaya yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya, Senin (23/12/2024). 

Ia menyebut sinergitas antara pelaku seni, tokoh adat, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama. 

Baca juga: Budaya di Mahakam Ulu Kaltim, Evolusi Hudoq Pakayang dari Bulu ke Jenggot Nilon

“Kami terus mendorong kolaborasi untuk menjadikan Hudoq Pekayang sebagai daya tarik unggulan yang memperkuat sektor pariwisata kreatif,” tambahnya.

Upaya ini, lanjutnya, sejalan dengan visi besar Mahulu untuk menjadi daerah yang berdaya saing dan sejahtera. 

“Di era globalisasi ini, tantangan besar adalah menjaga nilai-nilai lokal tetap hidup di tengah arus modernisme yang berpotensi menggerus kearifan lokal,” jelasnya.

Namun, ia optimistis budaya lokal bisa menjadi kekuatan utama. 

“Dengan tekad dan komitmen bersama, kita dapat menjadikan budaya kita sebagai identitas yang tidak hanya dipertahankan, tetapi juga menjadi modal penting dalam pembangunan,” ungkapnya.

Baca juga: Hudoq Pakayang Digelar 4 Bulan Lagi, Disparpora Mahulu Kaltim Koordinasi dengan Kemenparekraf RI

Pengakuan terhadap Hudoq Pekayang sebagai bagian dari Karisma Event Nasional (KEN) juga menjadi tonggak penting. 

“Dengan masuknya Hudoq Pekayang dalam KEN, kita memiliki peluang lebih besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya Mahulu ke dunia luar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung pelestarian budaya melalui program berbasis komunitas. 

“Program kebudayaan dan pariwisata berbasis komunitas akan terus kami kembangkan untuk memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Mahulu di peta kebudayaan nasional,” paparnya.

Menurutnya, dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui KEN adalah bukti bahwa Hudoq Pekayang memiliki potensi besar untuk mendukung pariwisata budaya. 

“Pengakuan ini membuktikan bahwa tradisi kita tidak hanya penting untuk Mahulu, tetapi juga memiliki daya tarik global,” imbuhnya.

Baca juga: Disparpora Mahulu Akan Menyelenggarakan Festival Hudoq Pakayang 19 - 22 Oktober 2024

Dengan kearifan lokal yang diangkat ke panggung nasional dan internasional, Hudoq Pekayang kini tidak hanya menjadi identitas masyarakat Dayak, tetapi juga aset kebudayaan Indonesia. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved