Berita Mahulu Terkini
Mengenal Hudoq Pakayang, Warisan Budaya Mahakam Ulu yang Mendunia
Upaya ini, lanjutnya, sejalan dengan visi besar Mahakam Ulu untuk menjadi daerah yang berdaya saing dan sejahtera.
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Tarian adat Hudoq Pekayang kini menjadi salah satu tradisi budaya yang terus digaungkan sebagai daya tarik pariwisata berbasis budaya di Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur.
Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Bonifasius Belawan Geh, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan Hudoq Pakayang sebagai bagian penting dalam pembangunan pariwisata kreatif yang berkelanjutan.
“Hudoq Pekayang memiliki potensi besar dalam mendukung pariwisata berbasis budaya yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya, Senin (23/12/2024).
Ia menyebut sinergitas antara pelaku seni, tokoh adat, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama.
Baca juga: Budaya di Mahakam Ulu Kaltim, Evolusi Hudoq Pakayang dari Bulu ke Jenggot Nilon
“Kami terus mendorong kolaborasi untuk menjadikan Hudoq Pekayang sebagai daya tarik unggulan yang memperkuat sektor pariwisata kreatif,” tambahnya.
Upaya ini, lanjutnya, sejalan dengan visi besar Mahulu untuk menjadi daerah yang berdaya saing dan sejahtera.
“Di era globalisasi ini, tantangan besar adalah menjaga nilai-nilai lokal tetap hidup di tengah arus modernisme yang berpotensi menggerus kearifan lokal,” jelasnya.
Namun, ia optimistis budaya lokal bisa menjadi kekuatan utama.
“Dengan tekad dan komitmen bersama, kita dapat menjadikan budaya kita sebagai identitas yang tidak hanya dipertahankan, tetapi juga menjadi modal penting dalam pembangunan,” ungkapnya.
Baca juga: Hudoq Pakayang Digelar 4 Bulan Lagi, Disparpora Mahulu Kaltim Koordinasi dengan Kemenparekraf RI
Pengakuan terhadap Hudoq Pekayang sebagai bagian dari Karisma Event Nasional (KEN) juga menjadi tonggak penting.
“Dengan masuknya Hudoq Pekayang dalam KEN, kita memiliki peluang lebih besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya Mahulu ke dunia luar,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung pelestarian budaya melalui program berbasis komunitas.
“Program kebudayaan dan pariwisata berbasis komunitas akan terus kami kembangkan untuk memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Mahulu di peta kebudayaan nasional,” paparnya.
Menurutnya, dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui KEN adalah bukti bahwa Hudoq Pekayang memiliki potensi besar untuk mendukung pariwisata budaya.
“Pengakuan ini membuktikan bahwa tradisi kita tidak hanya penting untuk Mahulu, tetapi juga memiliki daya tarik global,” imbuhnya.
Baca juga: Disparpora Mahulu Akan Menyelenggarakan Festival Hudoq Pakayang 19 - 22 Oktober 2024
Dengan kearifan lokal yang diangkat ke panggung nasional dan internasional, Hudoq Pekayang kini tidak hanya menjadi identitas masyarakat Dayak, tetapi juga aset kebudayaan Indonesia. (*)
| Diskominfo Mahakam Ulu Ingatkan Warga Waspada Penipuan Digital Berkedok Undangan dan Pajak |
|
|---|
| Cuaca Panas Mahakam Ulu Picu Ancaman Kemarau Panjang, Polisi Siaga Kebakaran Lahan |
|
|---|
| WFH Mahakam Ulu Tetap Berjalan, Gangguan Sinyal Dipicu Pengerjaan Jalan dan Risiko FO Cut |
|
|---|
| Polres Mahakam Ulu Gelar Bakti Sosial Cek Kesehatan Gratis saat Hari Buruh Internasional |
|
|---|
| Seleksi Tambahan Digelar, 9 Bakal Calon Petinggi Kampung Ujoh Bilang Mahulu Disaring Jadi 5 Kandidat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241224_Hudoq-Pakayang-di-Mahakam-Ulu-Kaltim.jpg)