Selasa, 5 Mei 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

KPK Minta Hasto Melapor soal Video Skandal Diduga Libatkan Pejabat Negara

Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, meminta agar Hasto langsung melaporkan bukti video skandal tersebut kepada aparat penegak hukum.

Tayang:
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Rita Noor Shobah
TribunKaltim.co
Tribun Kaltim hari ini, Senin 30 Desember 2024. Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, meminta agar Hasto langsung melaporkan bukti video skandal tersebut kepada aparat penegak hukum. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto disebut-sebut akan membongkar video skandal yang diduga melibatkan pejabat negara dan elite politik di Indonesia.

Ancaman ini muncul setelah Hasto ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap yang melibatkan Harun Masiku. 

Menanggapi hal itu, Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, meminta agar Hasto langsung melaporkan bukti video skandal tersebut kepada aparat penegak hukum (APH).

Baca juga: Penetapan Tersangka Hasto Diduga Bertujuan untuk Menggoyang PDIP dan Berkaitan Pemecatan Jokowi

Ia menegaskan bahwa bukti yang dilaporkan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

"KPK berharap siapapun yang memiliki informasi tentang adanya tindakan korupsi yang dilakukan oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara untuk bisa melaporkan hal tersebut kepada APH yang berwenang menangani perkara korupsi. Agar dapat dilakukan tindakan sesuai prosedur yang berlaku," ujar
Tessa, Minggu (29/12).

Heboh video skandal ini seolah menjadi 'serangan balik' PDIP menyusul status tersangka Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Adalah Juru Bicara PDIP Guntur Romli yang menyatakan bahwa Hasto Kristiyanto akan mengungkap informasi dan video terkait skandal yang kabarnya melibatkan petinggi negara dan elite politik di Indonesia.

Guntur mengatakan itu sebagai bentuk perlawanan terhadap tuduhan kriminalisasi yang dialami Hasto dalam kasus Harun Masiku.

Guntur mengklaim video-video tersebut menunjukkan tindakan para elite politik menyalahgunakan kekuasaannya untuk melakukan korupsi dan  mengintervensi proses penegakan hukum.

“Betul (akan diungkap ke publik). Sebagai perlawanan. Bukan serangan balik tapi sebagai perlawanan terhadap kriminalisasi,” ujar Guntur, Jumat (27/12) sebagaimana dikutip dari artikel Kompas.com. 

Lalu kapan video itu akan dipublikasikan ke publik? “Tergantung saudara Sekjen (Hasto), bisa kapan saja,” katanya.

Ada 6 poin penting pernyataan Guntur Romli soal video yang diklaim akan jadi skandal baru.

Pertama video dugaan kriminalisasi Anies Baswedan.

Dia memberi contoh bahwa salah satu video menampilkan upaya mengkriminalisasi eks calon presiden Anies Baswedan melalui kasus korupsi.

Selain itu ada video yang menunjukkan penyalahgunaan kekuasaan oleh petinggi lembaga penegak hukum untuk menutupi masalah anggota keluarganya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved