Rabu, 29 April 2026

Berita Nasional Terkini

Jokowi Bantah Soal Minta Jabatan Presiden 3 Periode, PDIP Sebut Jadi Bahan Tertawaan Publik

PDIP menanggapi bantahan dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) yang membantah meminta perpanjangan masa jabatan tiga periode.

Editor: Heriani AM
KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati
Joko Widodo (Jokowi), saat ditemui di kediamannya Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jateng, pada Selasa (17/12/2024). PDIP menanggapi bantahan dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) yang membantah meminta perpanjangan masa jabatan tiga periode. 

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi membantah tudirngan dirinya pernah minta perpanjangan masa jabatan sebagai kepala negara. 

Menurut Jokowi, dirinya tidak pernah meminta tiga periode masa jabatan sebagai Presiden RI.

Terbaru, PDIP menanggapi bantahan dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) yang membantah meminta perpanjangan masa jabatan tiga periode.

Baca juga: Penetapan Tersangka Hasto Diduga Bertujuan untuk Menggoyang PDIP dan Berkaitan Pemecatan Jokowi

Juru bicara PDIP, Guntur Romli menuturkan bantahan Jokowi itu menjadi bahan tertawaan publik.

Menurutnya, publik sudah mengetahui bahwa orang di lingkaran Jokowi-lah yang menginisiasi dan menggaungkan agar mantan Wali Kota Solo itu menjadi Presiden RI tiga periode.

"Bantahan Jokowi soal tidak ada permintaan tiga periode (jabatan presiden) seperti yang dikutip banyak media, jadi bahan tertawaan publik karena publik sangat mengetahui orang-orang di lingkaran Jokowi saat itu secara serentak menyuarakan tiga periode atau perpanjangan masa jabatan, seperti ada yang meminta secara resmi dan mengorkestrasi," kata Guntur dalam keterangan tertulis, Selasa (31/12/2024).

Guntur pun membeberkan orang di lingkaran Jokowi yang turut menyuarakan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode seperti mantan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto.

Selain itu, para menteri di era kepemimpinan Jokowi seperti mantan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.

Disuarakannya perpanjangan masa jabatan tiga periode itu, kata Guntur, juga dilakukan oleh relawan Jokowi.

"Kemudian melalui organ relawan seperti Projo dengan acara berkedok 'Musra' yang awalnya berniat mencari 'penerus Jokowi' tapi kemudian meneriakkan Jokowi tiga periode."

"Juga deklarasi Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) yang mendukung tiga periode dalam acara yang dihadiri Jokowi," katanya.

Ilustrasi logo PDIP dan Jokowi.
Ilustrasi logo PDIP dan Jokowi. (Kolase Tribunnews/TribunSolo/istimewa)

Guntur mengungkapkan deretan deklarasi tersebut justru sekaligus membantah pernyataan Jokowi yang tidak pernah meminta masa perpanjangan masa jabatan presiden.

Pasalnya, sambung Guntur, Jokowi tidak pernah memberikan teguran atau sanksi bagi orang yang di lingkarannya setelah menggaungkan hal tersebut.

"Dan Jokowi sendiri tidak pernah memberikan teguran dan sanksi kepada mereka hingga akhir periode Jokowi. Bahkan disebut-ebut menjadi 'orang titipan Jokowi' pada kepemimpinan Presiden Prabowo saat ini," jelasnya.

Guntur juga menganggap pernyataan Jokowi bahwa orang yang meminta perpanjangan masa jabatan presiden telah 'menampar dan menjerumuskan dirinya' hanyalah drama politik semata.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved