Senin, 1 Juni 2026

Berita Paser Terkini

Belum Bisa Dinikmati Seluruh Masyarakat, Persoalan Air Bersih Masih Jadi PR Pemkab Paser

Belum Bisa dinikmati seluruh masyarakat, persoalan air bersih masih jadi PR bagi Pemerintah Kabupaten Paser.

Tayang:
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Syaifullah Ibrahim
Masyarakat pesisir di Desa Muara Pasir, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, yang melakukan pengeboran untuk mendapatkan sumber air bersih. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Air bersih yang menjadi kebutuhan dasar manusia rupanya belum dinikmati secara merata oleh masyarakat Kabupaten Paser.

Pengadaan bahan baku air bersih masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser.

Bupati Paser, Fahmi Fadli mengatakan, persoalan air bersih masih menjadi masalah kompleks mulai dari keluhan pelayanan, jangkauan hingga kualitas air. 

"Ditambah masih kurangnya tenaga yang ahli dan kompeten baik dalam pengolahan, distribusi maupun manajemen  perkantoran," terang Fahmi, Rabu (1/1/2024). 

Baca juga: Pengujung Tahun 2024, Pemkab Paser Lantik 18 Pejabat Fungsional

Meski demikian, kondisi itu berangsur mengalami perubahan melalui upaya penyediaan air bersih

Misalnya, dibangunnya jaringan perpipaan agar ketersediaan air bersih tersebar pada tiap wilayah di Bumi Daya Taka yang memiliki 10 kecamatan.

"Untuk penyediaan air bersih, tahun 2024 telah dialokasikan Rp90 miliar untuk pembangunan SPAM jaringan perpipaan dikawasan pedesaan," tambahnya.

Dalam kurung waktu tiga tahun, 2021-2023, pengadaan perluasan jaringan perpipaan telah mencapai panjang 177.934,76 meter dengan total 492 sambungan rumah.

Baca juga: Pemkab Paser Terima Hibah 37 Motor Listrik dari PT Kideco Jaya Agung 

Pemkab Paser juga menjalin kerja sama dengan perusahaan swasta untuk membangun water treatment plant (WTP) yang bisa menyuplai air bersih di lima desa. 

"Kami sudah melakukan upaya, melalui kerja sama dengan PT Kideco Jaya Agung untuk membangun WTP melalui CSR," ungkap Fahmi. 

Upaya lain yang dilakukan, yaitu studi dan penjajakan kerja sama ke daerah dan pihak ketiga yang dianggap telah berhasil dalam mengelola air bersih

"Kami difasilitasi oleh direktur jenderal pelaksanaan pembiayaan infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum, sampai ditemukan pola yang tepat dan dapat mengatasi permasalahan ini untuk jangka waktu panjang," tutup Bupati Paser. (*)
 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved