Berita Mahulu Terkini
Pemkab Mahulu Kaltim Bebaskan 39,2 Hektare untuk Pembangunan Tageto
Pemkab Mahulu berhasil membebaskan 21 bidang tanah seluas 39,2 hektare untuk pembangunan kawasan wisata alam terpadu Tageto
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur terus melangkah menuju pembangunan ekonomi berbasis alam dan budaya.
Pada tahun 2024, Pemkab Mahulu berhasil membebaskan 21 bidang tanah seluas 39,2 hektare untuk pembangunan kawasan wisata alam terpadu Tageto.
Proses ini tinggal menunggu serah terima dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) kepada pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Mahulu, Yason Liah, mengungkapkan bahwa semua tahapan pembebasan tanah telah berjalan lancar.
“Prosesnya sudah selesai, tinggal menunggu serah terima sertifikat. Ini merupakan langkah besar bagi Mahulu untuk memantapkan diri sebagai pusat wisata berbasis alam dan budaya yang berkelanjutan,” katanya, Senin (6/1/2025).
Baca juga: 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Asyik di Balikpapan, Ada yang Gratis!
Baca juga: Riam Panjang dan Riam Udang Potensi Wisata Alam Eksotis di Mahulu Kaltim, untuk Penyuka Tantangan
Ia menilai bahwa pembangunan kawasan wisata Tageto bukan hanya untuk sektor pariwisata, tetapi juga sebagai langkah strategis menghadapi tantangan ekonomi masa depan.
"Mahulu perlu mulai menikmati berkah dari alam yang selama ini dijaga. Udara bersih dan pasokan air yang kita hasilkan sangat penting bagi ratusan ribu hingga jutaan warga di luar daerah,” ucapnya.
Menurutnya, pengembangan Tageto sejalan dengan visi Pemkab Mahulu untuk menciptakan ekonomi lestari tanpa eksploitasi.
“Ini adalah model ekonomi berkelanjutan. Kita tidak hanya mengandalkan sumber daya alam yang tidak terbarukan, tetapi juga menciptakan peluang dari pelestarian lingkungan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan kawasan ini tidak hanya akan meningkatkan sektor pariwisata, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal.
“Tageto akan menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis budaya dan alam. Ini memberi peluang besar bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan kawasan wisata,” jelasnya.
Sebagai salah satu kabupaten dengan hutan tropis terbesar di Kalimantan Timur, Mahulu memiliki potensi luar biasa untuk mengembangkan pariwisata berbasis alam dan budaya.
“Langkah ini sangat bijak dan rasional. Kita menjaga hutan dan budaya kita sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: November 2025 Kaltim Jadi Tuan Rumah Pemilihan Duta Wisata Indonesia, Digelar di Balikpapan
Ia berharap, dengan selesainya pembebasan lahan dan pembangunan Tageto, Mahulu dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan.
“Ini bukan hanya untuk Mahulu, tetapi untuk masa depan generasi mendatang. Kita harus memastikan bahwa alam yang kita warisi tetap terjaga dan bermanfaat bagi semua,” pungkasnya. (*)
| Mengacu Surat Edaran Kemendikdasmen, Nasib Guru Non-ASN di Mahulu Masih Aman hingga Desember 2026 |
|
|---|
| Pemkab Mahulu Dorong Penguatan Layanan Kesehatan, Perbup BLUD Atasi Kekurangan Tenaga Kesehatan |
|
|---|
| Pesantren Wali Songo Mahulu Hadapi Krisis Pengajar, NU Ungkap Penyebab Utama |
|
|---|
| Inflasi Mahakam Ulu April 2026, Harga Dextalite Picu Kenaikan Biaya Distribusi |
|
|---|
| Kisah Guru PPPK Guru Asni di Mahakam Ulu, Mengajar Tanpa Listrik dan Internet |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241030_Yason-Liah.jpg)