Berita Mahulu Terkini
Pesantren Wali Songo Mahulu Hadapi Krisis Pengajar, NU Ungkap Penyebab Utama
Pondok Pesantren Wali Songo di Kampung Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), masih menghadapi kendala ketersediaan tenaga pengajar.
Penulis: Desy Filana | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Kekurangan pengajar dipicu sulitnya adaptasi tenaga dari luar daerah.
- Banyak pengajar datang, namun tidak bertahan lama di Mahakam Ulu.
- Nadhatul Ulama dorong solusi lewat Ma’arif, RMI, dan penguatan kelembagaan.
TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG – Pondok Pesantren Wali Songo di Kampung Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur, masih menghadapi kendala ketersediaan tenaga pengajar.
Kondisi ini dipicu oleh rendahnya daya tahan pengajar dari luar daerah dalam beradaptasi dengan lingkungan setempat.
Selama ini, kebutuhan tenaga pengajar di pesantren tersebut mayoritas dipenuhi dari luar Kalimantan Timur, khususnya dari Pulau Jawa dan Kalimantan Selatan.
Namun, tidak sedikit yang memilih tidak bertahan lama.
Baca juga: Pesantren Wali Songo di Mahakam Ulu Harap Pengajar Kemenag Bisa Mengabdi Lebih Lama
Sekretaris PWNU Kalimantan Timur, Abu Bakar Madani, mengungkapkan bahwa tantangan utama bukan pada jumlah tenaga pengajar, melainkan kemampuan mereka dalam beradaptasi.
“Memang ada kendala itu mungkin karena adaptasi, adaptasi setiap orang yang datang ke Mahakam Ulu,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co pada Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, kondisi geografis dan sosial di Mahakam Ulu menjadi tantangan tersendiri bagi para pendatang, terutama jika tidak memiliki kesiapan mental yang kuat.
Meski demikian, Abu Bakar menegaskan bahwa potensi tenaga pengajar sebenarnya cukup banyak, khususnya dari kalangan alumni pondok pesantren yang tersebar di berbagai daerah.
Baca juga: Pesantren Wali Songo Mahakam Ulu Butuh Dukungan, Fasilitas Santri Minim
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, koordinasi terus dilakukan melalui Lembaga Ma’arif dan Rabi’ Ta’ Mahak Islamiyah (RMI) guna menjembatani kebutuhan tenaga pengajar di Mahakam Ulu.
Selain itu, pengurus cabang Nahdlatul Ulama (NU) setempat juga didorong untuk membangun jaringan dan kerja sama yang lebih luas dalam mendukung keberlangsungan pendidikan pesantren.
Upaya lain yang tengah didorong adalah pembentukan badan usaha sebagai penopang pembiayaan operasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pengajar.
“Yang namanya Lembaga Ma’arif itu lembaga yang mengurusi pendidikan, tapi ada juga RMI yang mengurusi guru-guru pondok pesantren,” jelasnya. (*)
| Kisah Guru PPPK Guru Asni di Mahakam Ulu, Mengajar Tanpa Listrik dan Internet |
|
|---|
| Bupati Mahakam Ulu Perjuangkan Nasib Guru PAUD Swasta, Cari Solusi ke Kementerian |
|
|---|
| Setahun Asni Mengajar di Hulu Mahakam, Antara Riam, Lumpur dan Harapan |
|
|---|
| Pendidikan Mahakam Ulu Meningkat, Sekolah Terintegrasi Disiapkan di Long Bagun |
|
|---|
| Diskominfo Mahakam Ulu Ingatkan Warga Waspada Penipuan Digital Berkedok Undangan dan Pajak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260505_Sekretaris-PWNU-Kalimantan-Timur-Abu-Bakar-Madani-soal-pesantren-Wali-Songo.jpg)