Senin, 4 Mei 2026

Berita Mahulu Terkini

Kisah Guru PPPK Guru Asni di Mahakam Ulu, Mengajar Tanpa Listrik dan Internet

Perjuangan guru di pedalaman Mahulu, mengajar tanpa listrik dan internet demi masa depan siswa

Tayang:
Penulis: Desy Filana | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO/Desy Filana
SEKOLAH PEDALAMAN MAHULU - Kondisi lingkungan dan fasilitas SMPN 3 Long Pahangai tempat guru PPPK, Asni mengabdi dengan keterbatasan sarana pendidikan. (TRIBUNKALTIM.CO/DESY FILANA) 

Ringkasan Berita:
  • Guru PPPK Asni mengajar di pedalaman Mahulu dengan akses sulit dan fasilitas terbatas.
  • Sekolah tanpa listrik, internet, serta minim buku dan sarana pembelajaran.
  • Meski penuh tantangan, semangat mengajar tetap menjadi harapan pendidikan.

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Pagi di Long Pakaq tak pernah benar-benar mudah bagi Asni.

Guru Bahasa Inggris berstatus PPPK yang kini mengabdi di SMP Negeri 3 Long Pahangai itu harus menapaki jalan licin, menanjak, dan berlumpur hanya untuk sampai ke ruang kelas.

Sepasang alas kaki kerap dijinjing di tangan, sementara kaki telanjang menapak tanah becek yang menjadi “karpet” harian menuju sekolah.

Tepat dua hari usai peringatan Hari Pendidikan Nasional, genap satu tahun Asni mengajar di pedalaman Mahakam Ulu.

Ia tak menampik, awalnya ia sempat menolak penempatan tersebut.

Baca juga: Pendidikan Mahakam Ulu Meningkat, Sekolah Terintegrasi Disiapkan di Long Bagun

“Yang pertama kali terlintas, saya tidak mau ke Long Pakaq,” ujarnya, mengingat awal penugasan.

Tantangan Akses dan Fasilitas

Alasannya sederhana tapi berat, akses. Jalur darat nyaris tak memungkinkan, sementara jalur sungai harus menembus riam-riam ekstrem seperti Riam Udang dan Riam Panjang, arus deras yang tak jarang memakan korban.

Namun keputusan sudah diambil. Asni berangkat, dan sejak itu hidupnya berubah.

Rutinitasnya kini jauh dari bayangan banyak orang tentang profesi guru.

Jalan kampung memang sudah disemenisasi, tetapi akses menuju sekolah masih berupa tanjakan licin yang berubah menjadi lumpur licin saat hujan turun.

Baca juga: Air Sungai Surut, Kapal Angkutan Mahulu Hanya Sampai Kecamatan Laham di Wilayah Sungai Barito

Setibanya di sekolah, kondisi tak jauh berbeda, lantai kelas kerap kotor oleh jejak lumpur siswa.

“Di dalam kelas, kebersihan memang sulit dijaga. Lingkungan sekolah belum tersentuh semenisasi,” katanya.

Tantangan tak berhenti di situ. Di SMPN 3 Long Pahangai yang ada di kampung Long Pakaq, listrik belum tersedia.

Internet pun nyaris tak bisa diandalkan. Perangkat penunjang belajar seperti proyektor tak bisa digunakan, bahkan jika tersedia.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved