Berita Balikpapan Terkini

3 Komoditi jadi Program Target Swasembada Pangan Balikpapan, Selama Ini Bergantung pada Jawa

Di antaranya pasokan pangan yang masih bergantung pada luar daerah Kota Balikpapan. Pasokan didatangkan dari Sulawesi dan Jawa

Penulis: Ilo | Editor: Budi Susilo
Kolase TribunKaltim.co
KETAHANAN PANGAN BALIKPAPAN - DPRD Balikpapan melalui Komisi II soroti soal ketahanan pangan di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur yang dinilai belum maksimal. Komisi II DPRD Balikpapan juga menerima sejumlah masukan terkait upaya swasembada pangan, khususnya untuk 3 komoditas strategis. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - DPRD Balikpapan melalui Komisi II soroti soal ketahanan pangan di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur yang dinilai belum maksimal. 

Di antaranya pasokan pangan yang masih bergantung pada luar daerah Kota Balikpapan. Pasokan didatangkan dari Sulawesi dan Pulau Jawa. 

Demikian dibeberkan oleh Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah kepada TribunKaltim.co pada Sabtu (25/1/2025). 

Dia paparkan, Komisi II DPRD Balikpapan soroti masalah ketersediaan pangan di Balikpapan.

Baca juga: Rumah Potong Hewan di Graha Indah Balikpapan Dikritik DPRD, Sebut Belum Layak

Berdasarkan data yang disampaikan DP3, suplai daging sapi dan daging ayam lokal baru mencapai 15 persen dari kebutuhan kota.

Sementara 85 persen lainnya, masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, seperti Sulawesi dan Jawa.

Soal Pasokan Pangan, 85 Persen Balikpapan Masih Bergantung pada Sulawesi dan Jawa

Kondisi ini menunjukkan bahwa Kota Balikpapan masih sangat bergantung pada daerah lain. 

"Kami terus mencari solusi agar kota ini bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya,” katanya.

Baca juga: Sukseskan Ketahanan Pangan, Polda dan Gapki Kaltim Kolaborasi Tanam Jagung Serentak

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa Komisi II DPRD Balikpapan juga menerima sejumlah masukan terkait upaya swasembada pangan, khususnya untuk komoditas strategis seperti:

Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa langkah konkret diperlukan untuk memperkuat ketahanan pangan di Kota Balikpapan.

“Kami akan terus mendorong upaya swasembada pangan agar ketahanan pangan Balikpapan semakin kuat,” tutur Adi.

Evaluasi Rumah Potong Hewan

Komisi II DPRD Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan.

Rapat yang berlangsung di kantor DP3 tersebut membahas berbagai isu strategis.

Termasuk kondisi Rumah Potong Hewan (RPH) di Graha Indah, Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur serta ketersediaan pangan di kota ini.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, yang didampingi Wakil Ketua Komisi Siswanto dan Sekretaris Komisi Taufik Qul Rahman.

Baca juga: Sinergi Antar OPD Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Ladang Padi di Mahakam Ulu Kaltim

Hadir pula Kepala DP3 Balikpapan, Sri Wahjuningsih, untuk memberikan pemaparan terkait kondisi terkini RPH dan upaya peningkatan ketahanan pangan.

Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi II, Fauzi Adi Firmansyah, yang akrab disapa Adi, menyoroti kondisi RPH di Graha Indah yang dinilai belum memenuhi standar.

Menurutnya, DP3 telah melakukan kajian untuk memodernisasi fasilitas tersebut agar lebih layak dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“RPH di Graha Indah saat ini dinilai belum layak. Oleh karena itu, ada kajian dari DP3 untuk memodernisasinya agar memenuhi standar,” ujar Fauzi Adi Firmansyah, Sabtu (25/1/2025).

Sebagai bentuk pengawasan, Komisi II DPRD Balikpapan merekomendasikan agar DP3 memberikan laporan perkembangan program modernisasi RPH secara rutin setiap tiga bulan sekali.

Baca juga: Gugus Tugas Polri Ketahanan Pangan Diluncurkan, Petani Lamaru Balikpapan Dapat Bantuan Bibit

Langkah ini bertujuan untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.

“Kami berharap ini bisa berjalan secara baik. Dengan adanya laporan rutin, kami bisa mengikuti perkembangan dan memastikan program ini sesuai target,” tambahnya.

(TribunKaltim.co/Zainal M)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved