Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Kuota LPG 3 Kg di Samarinda Melebihi Kuota tapi Mahal, Ini Kata Walikota Andi Harun

Walikota Andi Harun mengakui bahwa Kota Samarinda turut terdampak LPG 3 Kg meski dalam skala yang relatif kecil dibandingkan daerah lain

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
LPG 3 KG DI SAMARINDA - Walikota Samarinda Andi Harun, Selasa (12/2/2025). Ia menegaskan bahwa distribusi LPG bersubsidi di Samarinda masih dalam kendali, meskipun ada antrean di beberapa titik. Ia juga menyoroti harga LPG yang melebihi ketentuan di tingkat pengecer. TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -  Walikota Andi Harun mengakui bahwa Kota Samarinda turut terdampak LPG 3 Kg meski dalam skala yang relatif kecil dibandingkan daerah lain.

Namun, ia bersyukur karena inovasi penerapan Kartu Tepat Sasaran yang sebelumnya telah diterapkan membantu mengurangi dampak tersebut.

“Kota Samarinda betul ikut terkena sedikit dampak, tapi kita bersyukur karena sebelumnya kita punya inovasi melalui penerapan Kartu Tepat Sasaran dan ini sekarang berlanjut kepada Kartu Tepat Sasaran kepada UMKM,” ujarnya.

Menurutnya, inti dari tata kelola LPG ini adalah barang subsidi yang seharusnya tidak boleh dijual lebih dari Rp 20 ribu. 

“Jadi, jika di lapangan ada penjualan lebih dari Rp 20 ribu, maka ini sudah menyalahi tujuan dan substansi pemberian subsidi bagi LPG 3 kg,” ungkap Andi Harun

Andi Harun menegaskan bahwa  telah memberikan arahan kepada Asisten II Ekonomi Pembangunan Pemkot Samarinda untuk melanjutkan program Kartu Tepat Sasaran pada UMKM.

Baca juga: DPRD Balikpapan Tolak Wacana Kewajiban Penggunaan LPG Non Subsidi di Perumahan

Meskipun diakui masih terdapat kekurangan, ia optimis bahwa program ini relatif berhasil dalam menekan kelangkaan LPG bersubsidi.

“Memang ada satu dua wilayah di Samarinda yang sedikit tergambarkan ada antrean, tapi tidak seheboh daerah lain,” tambahnya.

Walikota juga menjelaskan tantangan dalam pengawasan distribusi LPG di Samarinda.

Sebagai daerah penghubung, masyarakat dari Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Bontang, hingga Kutai Barat (Kubar) kerap membeli LPG di Samarinda, sehingga sulit mengontrol distribusi secara ketat.

“Samarinda ini memang harus ekstra hati-hati dan ekstra usaha keras karena kita daerah penghubung. Orang Kukar, Bontang, Kubar, itu bisa belanja LPG di Samarinda, dan kita tidak bisa mengontrol di lapangan karena pada saat transaksi kita tidak minta KTP,” jelas dia.

Ia pun berharap ada sinergi yang baik antara Hiswana Migas, Patra Niaga, serta pemerintah daerah, termasuk agen pangkalan, SPBG, dan SPBU yang memiliki izin penjualan LPG.

Meskipun demikian, orang nomor satu di Samarinda ini bersyukur bahwa deviasi keadaan secara nasional tidak terjadi di Samarinda.

Baca juga: Pj Gubernur Kaltim Ingatkan Pengecer Pakai Kartu Kontrol untuk Pembelian LPG 3 Kg

“Kita optimis dalam satu dua minggu ke depan kita bisa mengatur. Kita juga kemarin sudah melakukan uji coba pasar murah terhadap LPG dan cukup berhasil. Kalau sudah stabil, kita akan menarik diri karena tidak ingin terus-menerus melakukan operasi pasar karena itu bisa berdampak pada sisi pertumbuhan ekonomi kita dan supaya transaksi murni dunia usaha bisa berjalan,” tutupnya. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved