Berita Samarinda Terkini
Bukit Steling Samarinda Tembus 10 Besar API Awards 2026, Disporapar Ajak Warga Berikan Dukungan
Bukit Steling Samarinda menembus nominasi 10 besar dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2026
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Keberhasilan Bukit Steling Samarinda menembus nominasi 10 besar dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2026 menjadi momentum penting bagi promosi pariwisata Kota Samarinda di tingkat nasional.
Di tengah persaingan ratusan destinasi wisata dari berbagai provinsi di Indonesia, destinasi berbasis swadaya masyarakat tersebut dinilai mampu mencuri perhatian berkat kekompakan pengelola, kekuatan media sosial, hingga pendampingan yang dilakukan pemerintah daerah.
Jabatan Fungsional (Jafung) Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Iwan Amrullah, menjelaskan bahwa lahir dan berkembangnya Bukit Steling tidak terlepas dari inisiatif masyarakat serta pengelolaan mandiri yang dilakukan kelompok lokal.
Baca juga: Samarinda Surganya Suporter, Pusamania Bertekad Netral Atas Laga Sarat Gengsi Persija vs Persib
“Pasti kalau destinasi yang ada pokdarwis itu kan standarnya karena ada kemauan masyarakatnya saja. Sampai akhirnya masuk dalam nominasi Pesona Indonesia,” ujarnya Kamis (7/5/2026).
Menurut Iwan, eksistensi Bukit Steling mulai dikenal luas bukan hanya karena keindahan destinasi, tetapi juga karena peran media dan promosi digital yang memperlihatkan potensi wisata Samarinda kepada publik nasional.
Ia menerangkan, salah satu faktor utama yang membuat Bukit Steling mampu masuk nominasi adalah keberadaannya di platform JADESTA (Jaringan Desa Wisata).
Melalui platform tersebut, destinasi wisata dapat dinilai secara terbuka oleh masyarakat luas, termasuk dari segi daya tarik visual dan potensi pengembangannya.
“Ini salah satu mungkin kita jadi contoh dari kota, kabupaten, provinsi lain yang ada di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Iwan menilai, kekuatan visual melalui media sosial menjadi faktor penting dalam membangun citra destinasi wisata di era digital. Menurutnya, meski Samarinda tidak memiliki bentang alam pegunungan tinggi seperti daerah lain di Pulau Jawa maupun Sumatera, Bukit Steling justru memiliki keunikan tersendiri yang mampu menarik perhatian publik.
“Kalau kita Samarinda ini paling ketinggiannya di bawah 200, lain kalau di Jawa. Di Jawa tuh sampai seribu dari permukaan laut itu tinggi-tinggi sekali,” tuturnya.
Ia menyebut, Bukit Steling yang memiliki ketinggian relatif rendah justru menghadirkan karakter wisata berbeda yang dekat dengan masyarakat perkotaan dan mudah dijangkau pengunjung.
“Nah, karena ini puncak Steling di bawah 100 lah ketinggiannya itu. Karena jangkauannya juga ya unik memang,” ucapnya.
Lebih lanjut, Iwan menyoroti kekompakan masyarakat pengelola yang mayoritas berasal dari komunitas warga Sulawesi Tenggara dan suku Buton.
Menurutnya, semangat kolektif itulah yang menjadi salah satu kekuatan utama pengembangan Bukit Steling hingga mampu dikenal secara nasional.
“Memang selama pendampingan ya salah satu poinnya karena ada keinginan mau maju, maka bisa,” katanya.
| Walikota Andi Harun Bagikan Strategi Kepemimpinan Kewirausahaan Bagi Peserta PKN di Samarinda |
|
|---|
| Hetifah Sjaifudian Gelar Workshop Pendidikan di Samarinda, Libatkan 100 Guru dan Komite |
|
|---|
| Target 2,5 Kali Panen per Tahun, Pemkot Samarinda Evaluasi Kendala Irigasi di Wilayah Pertanian |
|
|---|
| Harga Solar Non Subsidi Naik, Akademisi Unmul Samarinda Ingatkan Risiko Efek Berantai |
|
|---|
| Idul Adha 2026, Dinas Ketapangtani Samarinda Lakukan Pengawasan Hewan Ternak Agar Terbebas dari PMK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tiga-sekawan-warga-samarinda-berolahraga-dengan-menaiki-bukit-steling-melalui-p.jpg)