Jumat, 10 April 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Uji Coba Terowongan Samarinda Paling Lambat Juni, Andi Harun Ajukan Pelebaran Jalan Sultan Alimuddin

Terowongan Samarinda merupakan terowongan pertama yang berhasil dibangun oleh Pemkot Samarinda dengan APBD.

Penulis: Geafry Necolsen | Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.co/Sintya Alfatika Sari
PROYEK DI SAMARINDA - Terowongan Selili di Kota Samarinda, Kalimantam Timur, Rabu (12/2/2025). Terowongan Selili merupakan terowongan pertama yang berhasil dibangun oleh Pemkot Samarinda dengan APBD. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

SAMARINDA, TRIBUNKALTIM.CO - Terowongan Selili di Kota Samarinda yang menjadi terowongan pertama di Indonesia yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mendapat kunjungan khusus dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, pada Rabu (12/2) kemarin. 

Kunjungan ini sekaligus menjadi momen untuk meninjau progres pembangunan yang kini telah mencapai 85,6 persen.  

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang turut mendampingi Wapres Gibran dalam kunjungan tersebut, menjelaskan bahwa terowongan sepanjang 700 meter ini ditargetkan akan selesai pada pertengahan tahun 2025.  

“Progresnya sudah mencapai 85,6 persen. Kami rencanakan pada Mei atau Juni mendatang sudah bisa melakukan komisioning, sehingga hasil dari finalisasi pekerjaan dapat diketahui. Terowongan ini nantinya akan memiliki dua jalur dengan satu arah. Kami akan lakukan uji coba pada Mei atau paling lambat Juni," ungkap Andi Harun.  

Baca juga: Progres Proyek Terowongan Selili Samarinda Capai 85,6 Persen, Ditarget Rampung Pertengahan Tahun Ini

Terowongan yang dibiayai melalui skema Multi Years Contract dengan total anggaran mencapai Rp 395 miliar ini dianggap representatif oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan DJKN karena menjadi contoh infrastruktur modern yang dibangun secara mandiri oleh daerah.  

Proyek pengerjaan terowongan di Samarinda masuk dalam pantauan KPK karena ini sebagai proyek strategis di Kota Samarinda.
Proyek pengerjaan terowongan di Samarinda masuk dalam pantauan KPK karena ini sebagai proyek strategis di Kota Samarinda. (HO/Pemkot Samarinda)


Kunjungan Wapres Gibran ke Terowongan Selili diwarnai dengan apresiasi yang tinggi terhadap inovasi dan fungsionalitas terowongan yang diharapkan mampu mengurai kemacetan di kawasan Gunung Manggah.

Wapres juga mendorong Pemkot Samarinda untuk terus berkomitmen dalam pembangunan dan bersinergi dengan pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.  

Wali Kota Samarinda untuk menyampaikan kebutuhan pelebaran Jalan Sultan Alimuddin yang terhubung langsung dengan Terowongan Selili

“Setelah pembangunan terowongan selesai, pekerjaan kita berikutnya adalah melebarkan Jalan Sultan Alimuddin. Karena kondisi fiskal kita membiayai banyak hal, maka mungkin suatu waktu kita mohon bisa dibantu dukungan anggaran terhadap pelebaran jalan ini sampai ke Jembatan Ahmad Amin menuju ke Tol Samarinda-Balikpapan," jelas Andi Harun.  

Menurutnya pula, Wapres Gibran merespons positif permintaan tersebut dan menyatakan dukungannya.

Baca juga: Irit Bicara, Banyak Senyum, Gibran Kunjungi Stadion Segiri dan Terowongan Selili Samarinda

Ia menganggap proyek ini memiliki manfaat besar bagi masyarakat dan posisi yang strategis karena menghubungkan langsung ke Ibu Kota Negara (IKN).  

“Beliau sangat menyatakan dukungannya, apalagi ini termasuk infrastruktur publik yang banyak manfaatnya bagi masyarakat dan memiliki posisi penting serta strategis,” pungkasnya.(snw)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved