Berita Nasional Terkini

Prabowo Bandingkan Indonesia dengan Timor Leste dan Eropa saat Dikritik soal Kabinet Gemuk

Mantan Menteri Pertahanan RI tersebut menegaskan, dirinya tidak terlalu memperhatikan kritik kabinet gemuk.

Tangkapan layar dari YouTube Partai Gerindra
KABINET GEMUK PRABOWO - Presiden sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto saat berpidato dalam HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Centre (SICC) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2025). Respons Prabowo saat dikritik soal kabinet gemuk (Tangkapan layar dari YouTube Partai Gerindra) 

TRIBUNKALTIM.CO - Prabowo bandingkan Indonesia dengan Timor Leste dan Eropa saat dikritik soal kabinet gemuk.

Hal ini disampaikan Prabowo Subianto dalam dalam pidatonya pada acara HUT ke-17 Partai Gerindra di SICC, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (15/2/2025).

Mantan Menteri Pertahanan RI tersebut menegaskan, dirinya tidak terlalu memperhatikan kritik kabinet gemuk.

"Ada orang-orang pintar menyebut kabinet ini kabinet gemuk, terlalu besar, (mimik mulut mengatakan 'Ndasmu')," kata lelaki yang pernah maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2009, 2014, dan 2019 tersebut.

Baca juga: Prabowo Malu Maju Lagi di Pilpres 2029 Jika Program Kerjanya Tidak Berhasil dan Mengecewakan Rakyat

Lalu, ia menyebut bahwa Timor Leste yang jumlah penduduknya lebih kecil daripada jumlah penduduk Kabupaten Bogor, memiliki 28 menteri dalam kabinetnya.

"Saudara-saudara sekalian, Timor Leste jumlah penduduknya enggak sampai 2 juta orang, kalah sama Kabupaten Bogor, kabinetnya 28 orang," lanjut Prabowo.

Ia juga menjelaskan bahwa Indonesia memiliki luas wilayah yang setara dengan Benua Eropa.\

KABINET GEMUK PRABOWO - Presiden sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto saat berpidato dalam HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Centre (SICC) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2025). Respons Prabowo saat dikritik soal kabinet gemuk (Tangkapan layar dari YouTube Partai Gerindra)
KABINET GEMUK PRABOWO - Presiden sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto saat berpidato dalam HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Centre (SICC) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2025). Respons Prabowo saat dikritik soal kabinet gemuk (Tangkapan layar dari YouTube Partai Gerindra) (Tangkapan layar dari YouTube Partai Gerindra)

"Kita seluas Eropa, Eropa 27 negara punya 27 menteri keuangan, 27 menteri dalam negeri, 27 menteri luar negeri, 27 panglima," tambahnya.

Prabowo menegaskan bahwa ia tidak peduli dengan sebutan "kabinet gemuk" selama hasil kerjanya memuaskan.

"Nggak peduli saya disebut apa, yang penting hasilnya,” ujar pria kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1951 itu.

Lantas, sebenarnya, berapa jumlah kabinet di Timor Leste?

Mengutip laman resmi Republica Democratica de Timor Leste, timor-leste.gov.tl pada Senin (17/2/2025) hari ini, pemerintahan Timor Leste memiliki Dewan Menteri yang diketuai oleh Perdana Menteri dan meliputi Wakil Perdana Menteri dan sejumlah Menteri.

Total, ada 21 menteri yang berada di bawah kepemimpinan kepala negara Presiden José Manuel Ramos-Horta dan kepala pemerintahan Perdana Menteri Xanana Gusmão.

Selain ke-21 menteri, Perdana Menteri, dan Wakil Perdana Menteri tersebut, ada juga Menteri Koordinator Urusan Ekonomi, dan Menteri Koordinator Urusan Sosial, dan Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Masyarakat.

Mereka semua membentuk Pemerintahan Konstitusional ke-9 Timor Leste.

Jumlah Kementerian dalam Kabinet Prabowo

Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memiliki total 48 kementerian, termasuk tujuh kementerian koordinator.

Ini menjadikannya kabinet terbesar dalam sejarah Indonesia.

Sebagai perbandingan, pemerintahan Presiden Joko Widodo sebelumnya hanya memiliki 34 kementerian.

Daftar Menteri Kabinet Prabowo-Gibran Periode 2024-2029

Budi Gunawan, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan;
Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan;
Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;
Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan;
Agus Harimurti Yudhoyono,  Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan:
Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat;
Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan;
Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara;
Muhammad Tito Karnavian, Menteri Dalam NegerI;
 Sugiono, Menteri Luar Negeri;
 Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertahanan;
 Nasaruddin Umar, Menteri Agama;
 Supratman Andi Agtas, Menteri Hukum;
 Natalius Pigai, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM);
 Agus Andrianto, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan;
 Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan;
 Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah;
 Satryo Soemantri Brodjonegoro, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi;
 Fadli Zon, Menteri Kebudayaan;
 Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan;
 Saifullah Yusuf, Menteri Sosial;
 Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan;
 Abdul Kadir Karding, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia;
 Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian;
 Budi Santoso, Menteri Perdagangan;
 Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral;
 Dodi Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum;
 Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman;
Yandri Susanto, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal;
 Iftitah Suryanegara, Menteri Transmigrasi;
 Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan;
 Meutya Viada Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital;
 Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian;
 Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan;
 Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan;
 Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional:
 Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Nasional;
 Rini Widyantini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi;
 Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara;
 Wihaji, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
 Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup;
 Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal:
 Budi Arie Setiadi, Menteri Koperasi;
 Maman Abdurrahman, Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah;
 Widiyanti Putri, Menteri Pariwisata;
 Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif;
 Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak:
 Ario Bimo Nandito Ariotedjo, Menteri Pemuda dan Olahraga;

Peluang Maju di Pilpres 2029
 
Pada kesempatan itu, Prabowo juga memberikan jawaban atas tawaran para kader Gerindra yang mengharapkan dirinya maju kembali pada Pilpres 2029.

"Saudara-saudara, saudara minta saya bersedia dicalonkan lagi 2029."

"Saya katakan kalau program-program saya tidak berhasil, tidak perlu saudara calonkan saya terus," kata Prabowo di hadapan para petinggi partai politik dan kader Partai Gerindra pada hari ulang tahun (HUT) Ke-17 Gerindra di Sentul, Sabtu.

Prabowo menginginkan Indonesia menjadi negara yang hebat.

Untuk itu, ia berusaha memperbaiki sistem pemerintahan Indonesia dan dan tak mau mengecewakan rakyat.

"Saya kalau mengecewakan kepercayaan rakyat, saya malu untuk maju lagi," jelas Prabowo.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Begini Jawaban Prabowo saat Pemerintahannya Disebut Kabinet Gemuk

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Disebut-sebut Prabowo Saat Tak Terima Dibilang Kabinet Gemuk, Berapa Jumlah Menteri Timor Leste?

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved