Berita Nasional Terkini
Terjawab Tanggal 18 Februari Memperingati Hari Apa, Cek 5 Peringatan Penting Hari Ini
Terjawab tanggal 18 Februari memperingati hari apa. Cek lima peringatan penting pada hari ini.
Namun, referendum ini gagal untuk menerima dua pertiga mayoritas yang diperlukan untuk mengubah konstitusi.
Pada tanggal 24 April 1970, Gambia menjadi negara republik dalam Persemakmuran, mengikuti referendum kedua.
2. Mengenang Tragedi Penculikan Dua Reporter Metro TV
Tanggal 18 Februari juga terdapat peristiwa penting yang sempat menggemparkan Indonesia, yakni penculikan dua reporter Metro TV, pada tahun 2005 lalu.
Diketahui, reporter Metro TV Meutya Hafid, bersama juru kameranya, Budiyanto, dikabarkan hilang saat melakukan liputan di Irak.
Dikutip dari Tribunnews.com, Meutya Hafid dan Budiyanto, disandera Mujahidin Irak saat liputan di sana pada 18 Februari 2005.
Mobil yang mereka tumpangi diduga dihadang sekelompok orang bersenjata saat masuk ke Kota Ramadi, Baghdad.
Hingga akhirnya pada Senin (21/2/2005), dua wartawan tersebut telah dibebaskan.
Kemudian, pada tanggal 28 September 2007, Meutya menerbitkan buku yang berjudul "168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak".
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun turut menulis pengantar dalam buku tersebut.
Beberapa tokoh lain juga berkontribusi pada buku tersebut, seperti Don Bosco Selamun (Chief Editor Metro TV 2004-2005), Marty Natalegawa (Mantan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri), dan Abu Bakar Baasyir (Pemimpin Jamaah Ansharut Tauhid).
3. Hari Apresiasi Jempol
Tanggal 18 Februari 2024 diperingati sebagai Hari Apresiasi Jempol atau Thumb Appreciation Day.
Peringatan Hari Apresiasi Jempol ini diadakan rutin di Amerika Serikat setiap tanggal 18 Februari.
Tujuannya agar banyak orang mengetahui peran penting ibu jari.
| Rismon Sianipar Dipolisikan, Pelapor Klaim Rugi Rp6 Juta Beli 60 Buku Gibran End Game |
|
|---|
| Total 4 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Terbaru Praka Rico Pramudia |
|
|---|
| Indonesia Masuk 'Mode Survival', Menkeu Purbaya Sebut Pemerintah Saat Ini Lebih Agresif |
|
|---|
| Copot 2 Dirjen Kementerian Keuangan, Purbaya Ungkap Alasannya |
|
|---|
| Dapat Masukan dari Purnawirawan TNI soal Izin Lintas Udara AS, Menhan Sjafrie Akan Bahas dengan DPR |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250218_18-Februari.jpg)