Jumat, 17 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Barat Molor Lagi, DPRD Soroti Kinerja Kontraktor

Progres pembangunan Rumah Sakit di Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
BANGUN RS MOLOR - Rombongan Komisi III dan Komisi IV DPRD Balikpapan saat melakukan peninjauan proyek pembangunan rumah sakit Sayang Ibu di Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur yang terus-menerus molor pengerjaannya, Senin (3/3/2025). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Progres pembangunan Rumah Sakit di Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur terus menjadi sorotan.

Proyek yang seharusnya menjadi fasilitas kesehatan penting bagi masyarakat ini mengalami keterlambatan yang signifikan, tanpa kepastian kapan akan rampung.

Tak hanya itu, keberadaan proyek ini justru menimbulkan keluhan dari warga sekitar.

Material bangunan yang diletakkan sembarangan dan alat berat yang tidak tertata dengan baik menjadi sumber permasalahan baru bagi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.

Baca juga: Belum Ada Inkrah MA Kasus Sengketa Lahan, Pemkot Tetap Lanjutkan Pembangunan RS Balikpapan Barat

Kondisi ini turut mendapat perhatian dari anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Doris Eko Rian Desyanto.

Ia mengkritik lambannya progres pembangunan rumah sakit yang dikerjakan oleh PT. Ardi Tekindo Perkasa dengan anggaran mencapai Rp126 miliar.

Doris mengungkapkan bahwa kontraktor telah menerima uang muka sebesar 20 persen, namun kinerjanya dinilai jauh dari harapan.

Kalau melihat progres ini, kontraktor terkesan tidak profesional. Cara kerja mereka juga sangat buruk, seperti menempatkan alat berat dan material pembangunan secara sembarangan. 

"Akibatnya, pekerja tidak bisa bekerja secara maksimal. Bahkan, jumlah pekerja yang ada hanya 16 orang,” ujarnya, Selasa (4/3/2025).

Baca juga: Bukan Ganti Rugi Lahan, Warga Terdampak RS Balikpapan Barat Bakal Hanya Terima Santunan

Selain itu, Doris mempertanyakan keputusan pemerintah dalam menunjuk kontraktor yang berasal dari luar daerah.

Menurutnya, kontraktor lokal justru lebih berpengalaman dan lebih memahami kondisi di Balikpapan.

“Kalau begini cara kerjanya, lebih baik diberikan saja kepada kontraktor lokal. Banyak kontraktor lokal yang mampu mengerjakan proyek sebesar ini dengan lebih baik,” katanya. 

Doris menilai, kejelasan terkait penyelesaian proyek rumah sakit menjadi hal yang krusial agar pembangunan tidak semakin berlarut-larut dan dapat segera memberikan manfaat bagi warga di kawasan Balikpapan Barat. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved