Minggu, 3 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Disdamkar Samarinda Fokus Cegah Kebakaran, Targetkan Inspeksi 1.000 Rumah Tahun Ini

Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda akan melaksanakan program inspeksi instalasi listrik ke rumah warga

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
CEGAH KEBAKARAN - Ilustrasi Petugas Disdamkar Samarinda saat melakukan penanggulangan kebakaran di salah satu kawasan rawan (12/4/2024). Saat ini, Disdamkar juga menjalankan program inspeksi instalasi listrik untuk mengurangi risiko kebakaran di permukiman padat. (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO) 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA – Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda akan melaksanakan program inspeksi instalasi listrik ke rumah warga, terutama di kawasan kumuh dan padat penduduk.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran akibat korsleting listrik

Meski pada tahun 2024 program ini sempat stagnan lantaran fokus pada program unggulan lainnya, namun di tahun 2025 Disdamkar menargetkan inspeksi kembali 1.000 rumah, dengan fokus utama di Teluk Lerong Ilir.

“Pada tahun 2023, kami telah memeriksa 1.000 rumah bekerja sama dengan PLN. Hasilnya cukup efektif dan terbukti rumah atau daerah yang kami inspeksi tidak pernah terjadi kebakaran, seperti di daerah Sidomulyo,” pungkas Kepala Disdamkar Samarinda, Hendra AH.

Baca juga: Disdamkartan Samarinda Imbau Masyarakat Jangan Lalai Saat Masak Sahur dan Menyiapkan Buka Puasa

Apalagi saat ini, Disdamkar telah memetakan sekitar 70 titik rawan kebakaran di Samarinda.

Konsentrasi terbanyak berada di kawasan padat penduduk, jalan sempit, dan rumah berbahan kayu, terutama di Kelurahan Sidomulyo dan Kelurahan Karang Asam Ilir.

“Kabel listrik yang menumpuk juga menjadi salah satu penyebab utama kebakaran. Data kami menunjukkan lebih dari 50 persen kebakaran terjadi akibat korsleting listrik, sisanya karena kompor gas, kebakaran sampah, oli terbakar, dan aktivitas pengetapan bahan bakar,” jelas Hendra.

Mengenai efisiensi anggaran,  Kepala Disdamkar Samarinda, Hendra AH, menyatakan bahwa pemangkasan anggaran hanya menyasar alat tulis kantor (ATK) dan perjalanan dinas, sementara aspek teknis tetap diprioritaskan.

“Informasi yang kami terima, efisiensi hanya menyangkut ATK dan perjalanan dinas. Untuk teknis, kemungkinan pemotongannya tidak terlalu signifikan.

Kami tetap menjalankan tugas utama, dan sejauh ini kepuasan masyarakat terhadap layanan Damkar mencapai 100 persen karena kami tetap beroperasi 24 jam, dan layanan kami selalu gratis bagi masyarakat," ujar Hendra.

Baca juga: Disdamkartan Samarinda Ingatkan Masyarakat Waspada Kebakaran saat Ramadhan

Selain itu, Hendra menjelaskan bahwa salah satu program rutin Disdamkar adalah pemasangan hydrant di wilayah-wilayah rawan kebakaran, dengan jalur distribusi air yang disuplai oleh PDAM.

Namun, karena anggaran yang terbagi untuk berbagai kebutuhan, pemasangan hydrant masih diprioritaskan di daerah dengan tingkat risiko tinggi.

"Dari dana Probebaya (Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat) pun juga digunakan masyarakat rata-rata untuk membeli APAR," sebut Hendra. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved