Senin, 27 April 2026

Berita Mahulu Terkini

Peran Agen BRILink dalam Membangun Kepercayaan Masyarakat di Daerah Terpencil

Kepercayaan adalah modal utama dalam menjalankan usaha, terutama bagi para agen BRILink di pelosok daerah.

Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Nisa Zakiyah
Kristiani Tandi Rani
BRILINK - Ilustrasi mesin BRILink. Salah satu agen, Agus, sebut kepercayaan adalah modal utama dalam menjalankan usaha. 

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Kepercayaan adalah modal utama dalam menjalankan usaha, terutama bagi para agen BRILink di pelosok daerah.

Agus, salah satu agen BRILink di Mahakam Ulu (Mahulu) telah merasakan bagaimana kejujuran menjadi kunci dalam mempertahankan pelanggan sekaligus menjaga integritas bisnisnya.

"Pernah juga ada orang tua mau transfer uang, ATM-nya dikasih, uangnya juga dikasih," kenang Agus, Senin (31/3/2025).

Jika bukan orang yang jujur, uang dari ATM bisa dikirim, sementara uang tunai yang diberikan tetap diambil.

"Jadi saya kadang tanya, mau kirimkan uang dari ATM? Kalau iya, jangan lagi dikasih uang ini," ujarnya.

Ia sering menghadapi pelanggan yang belum sepenuhnya memahami sistem transaksi digital.

Mereka percaya penuh pada agen BRILink, bahkan menyerahkan uang lebih tanpa mengecek kembali jumlahnya.

lihat fotoBRILINK - Ilustrasi mesin BRILink. Salah satu agen, Agus sebut kepercayaan adalah modal utama dalam menjalankan usaha.
BRILINK - Ilustrasi mesin BRILink. Salah satu agen, Agus sebut kepercayaan adalah modal utama dalam menjalankan usaha.

"Kadang ada orang mau transfer Rp 4 juta, tapi dia kasih Rp 5 juta. Saya jelaskan, ini uangnya lebih, saya kembalikan sisanya," jelasnya.

Kejujurannya tak jarang membuat pelanggan terkejut.

Ada yang mengaku terbiasa menyerahkan uang begitu saja tanpa memeriksa jumlahnya.

"Dia bilang, 'padahal saya di sana biasanya begitu'. Saya bilang, 'loh iya kah? Di mana?'. Saya jadi kasihan," ceritanya.

Kepercayaan pelanggan terhadap agen BRILink sepertinya memang tinggi, tetapi itu juga bisa menjadi ujian. 

"Saya ingat betul kisah-kisah seperti itu. Dulu juga waktu awal buka, ada yang bilang, 'Bang, kirimkan Rp 5 juta', saya hitung uangnya lebih sejuta," katanya.

Ia memilih mengembalikan kelebihan uang itu, karena bagi dirinya, kepercayaan lebih berharga dari keuntungan instan.

"Namanya kita ini mau betul-betul usaha, takut juga kita dicoba orang. Nanti dibilang nggak jujur, orang nggak percaya lagi sama kita," jelas Agus.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved