Jenazah Nelayan Teritip Ditemukan
Hasil Forensik Jenazah Nelayan Teritip Balikpapan: Alami Bloating dan Tak Ada Tanda Kekerasan
Kepala Instalasi Kedokteran Kehakiman RSUD Kanujoso menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap jenazah nelayan yang sempat hilang di Teritip Balikpapan
Penulis: Dwi Ardianto | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Setelah empat hari dilakukan pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, jenazah nelayan berinisial JH yang hilang di perairan Teritip akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (07/04) pagi.
Jenazah ditemukan mengapung di sekitar RIG South Mahakam, sekitar 22 nautical mile (NM) dari titik awal kejadian.
Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan untuk pemeriksaan medis lebih lanjut oleh tim forensik.
Kepala Instalasi Kedokteran Kehakiman RS Kanujoso, dr. Heryadi Bawono Putro, Sp.FM, menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap jenazah JH.
"Korban ditemukan dalam keadaan utuh dan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan. Seluruh tubuh mengalami pembengkakan sebagai bagian dari proses pembusukan yang dalam istilah medis disebut bloating," ujar dokter Heryadi, Senin (07/04).
Baca juga: BREAKING NEWS: Nelayan yang Hilang di Perairan Teritip Balikpapan Kaltim Ditemukan tak Bernyawa
Ia menjelaskan, kondisi tersebut merupakan proses alamiah pada jenazah yang telah lama berada di air.
"Berdasarkan kondisi pembusukan, estimasi waktu kematian diperkirakan terjadi antara dua hingga lima hari sebelum pemeriksaan dilakukan hari ini," tambahnya.
Selain itu, ditemukan pula tanda-tanda bahwa jenazah telah bersentuhan lama dengan air.
Heryadi mengungkapkan saat ditemukan, posisi korban berada dalam keadaan telungkup, yang juga menjadi salah satu indikator bahwa jenazah telah lama berada di laut.
Hasil ini menguatkan dugaan bahwa korban telah meninggal dunia tidak lama setelah dinyatakan hilang pada Kamis lalu, dan terbawa arus hingga akhirnya ditemukan oleh tim patroli PHM Senipah.
Dengan penemuan ini, operasi pencarian yang melibatkan unsur Basarnas, TNI AL, BPBD, Polairud, PMI, dan relawan resmi dinyatakan ditutup.
"Kami turut berduka cita atas musibah ini dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan," ujar Endrow Sasmita, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Balikpapan.
Ditemukan dalam kondisi Meninggal Dunia
Setelah empat hari pencarian intensif, tim SAR gabungan akhirnya menemukan jenazah seorang nelayan berinisial JH yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Teritip, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Informasi penemuan ini disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Balikpapan, Endrow Sasmita, Senin (7/4/2025).
Menurut Endrow, jenazah ditemukan pada Senin pagi sekitar pukul 07.20 WITA oleh tim patroli dari PHM Senipah yang melihat adanya jasad mengapung di sekitaran RIG South Mahakam.
"Kami langsung menindaklanjuti informasi tersebut dengan mengerahkan armada Basarnas yang didukung oleh unsur TNI AL untuk melakukan pengecekan ke lokasi," ungkapnya.
Setelah dilakukan identifikasi berdasarkan ciri-ciri fisik dan pakaian yang digunakan, dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah JH, nelayan yang dilaporkan hilang sejak empat hari lalu.
Baca juga: Hari ke-3 Pencarian Nelayan yang Hilang di Perairan Teritip Balikpapan, Basarnas Bagi 4 SRU
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 22 nautical mile (NM) ke arah selatan dari titik lokasi awal kejadian.
Jenazah kemudian dievakuasi ke posko dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan untuk penanganan lebih lanjut.
Endrow menyatakan bahwa dengan ditemukannya korban, maka operasi pencarian resmi dinyatakan ditutup.
Operasi ini melibatkan satu tim rescue Basarnas yang beranggotakan enam personel, didukung oleh unsur potensi SAR lainnya seperti dua tim dari BPBD, satu tim dari TNI AL, personel Polairud, PMI, serta para relawan dan pihak keluarga.
Selama empat hari pencarian, tim SAR menggunakan empat unit armada, termasuk RBB dari Basarnas, RBB TNI AL, speed boat BPBD, serta armada dari Polairud dan keluarga korban.
Baca juga: Kronologi Hilangnya Nelayan di Perairan Teritip, Balikpapan, Jatuh dari Kapal Saat Memancing
Cuaca yang bersahabat serta perhitungan arah angin dan arus laut turut mendukung kelancaran proses pencarian dan evakuasi.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pencarian ini, baik dari unsur pemerintah maupun relawan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tutup Endrow. (*)
Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250407_Heryadi_Bawono_Putro_RSUD_Kanujoso.jpg)