Breaking News

Berita Balikpapan Terkini

Balai POM Balikpapan Fokus Jalankan 3 Program Prioritas Nasional, Salah Satunya Desa Pangan Aman

Kepala BPOM Balikpapan, Gerson Pararak, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan perhatian besar terhadap program-program prioritas nasional

Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS
BPOM BALIKPAPAN - Kepala BPOM Balikpapan, Gerson Pararak, menyampaikan sambutan dalam acara Acara forum advokasi konsultasi publik dan pencanangan zona integritas BPOM di Balikpapan. Selasa (15/4/2025) BPOM Balikpapan fokus jalankan tiga program prioritas nasional untuk wujudkan pangan aman berbasis komunitas. (TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - BPOM Balikpapan menggelar forum sinergitas yang menjadi wadah komunikasi dan komitmen bersama dalam mendukung pengawasan obat dan makanan yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Selasa (15/4/2025)

Forum ini juga menjadi langkah awal dalam menguatkan kerja sama lintas sektor untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Kepala BPOM Balikpapan, Gerson Pararak, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan perhatian besar terhadap program-program prioritas nasional. 

Baca juga: Pemkot Balikpapan Punya Sisa Anggaran Rp615 Miliar Lebih, Dananya untuk Empat Sektor

Tahun ini, BPOM Balikpapan mendapat mandat untuk menjalankan tiga program utama yang termasuk dalam Proyek Prioritas Nasional (ProPN), yakni :

  1. Program Desa Pangan Aman,
  2. Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), dan
  3. Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.

"Ini merupakan tiga program atau sebut disana Proyek Prioritas Nasional (ProPN)," ujar Gerson.

Program-program tersebut sebelumnya dijalankan oleh Balai Besar POM di Samarinda, namun setelah status Loka POM di Balikpapan naik menjadi BPOM, maka pelaksanaan program nasional itu kini menjadi tanggung jawab BPOM Balikpapan.

Gerson menekankan pentingnya dukungan dari para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program ini. 

“Nah, tentunya dalam tiga macam program besar ini, komitmen dari stakeholder kami sangat membutuhkan, karena tidak mungkin kami berjalan sendiri, karena ini sangat membutuhkan dukungan dari stakeholder pemerintah daerah dalam hal pelaksanaan kegiatan ini,” jelasnya.

Program-program ini menyasar pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas di berbagai lini, mulai dari desa, sekolah, hingga pasar. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif secara langsung kepada masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami mengajak seluruh pihak untuk berkomitmen dan berkolaborasi untuk memberikan pelayanan publik yang baik," kata Gerson.

Ia juga menjelaskan bahwa pelayanan publik BPOM Balikpapan merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Badan POM di wilayah Kalimantan Timur, bersama dengan Balai Besar POM di Samarinda yang membawahi tujuh kabupaten/kota.

Sementara BPOM Balikpapan bertanggung jawab atas tiga wilayah, yaitu Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.

Gerson mengajak seluruh peserta forum untuk memberikan masukan terkait standar layanan yang ada. 

"Tentunya BPOM menginginkan atau kami mengharapkan Bapak-Ibu memberikan kami input terkait dengan standar layanan di BPOM di Balikpapan, sehingga ke depannya akan semakin baik," ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota Balikpapan, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser, yang sangat diperlukan demi peningkatan pelayanan publik.

Gerson juga menyampaikan harapannya agar kolaborasi yang terjalin dapat memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.  

"Semoga sinergi kita, semangat kita, kebersamaan kita untuk melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan selalu dilindungi oleh Allah SWT," tutupnya.(*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved