Rabu, 20 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Cerita Warga Balikpapan Mobilnya Kena Dugaan BBM Oplosan, Ada Cairan Hitam dan Berlumut

Kali ini ada pengakuan dari warga Balikpapan yang diduga menjadi korban penggunaan BBM Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur

Tayang:
Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
DUGAAN BBM KOTOR - Pade, 58 tahun, warga Balikpapan Selatan terpaksa menerima kenyataan pahit setelah tangki mobilnya dikuras habis, lantaran BBM jenis Pertalite yang ia beli dari SPBU di Balikpapan justru warna hitam pekat menyerupai lumpur dengan kandungan lumpur. Kondisi ini juga membuat komponen mesin pada sistem pompa bensinnya mengalami kerusakan, Rabu (16/4/2025). (TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Kali ini ada pengakuan dari warga Balikpapan yang diduga menjadi korban penggunaan bahan bakar minyak (BBM) Pertamina bermasalah di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur

Pade, 58 tahun, warga Sepinggan Balikpapan, membeberkan, kondisi kendaraan bermotornya mogok karena diduga usai mengisi BBM.

Dia akui, sehari-harinya, menggantungkan hidup dari mobil pickup pribadinya untuk menjual air tandon.

Ia harus menanggung kerugian besar setelah mobilnya mendadak mogok usai mengisi bahan bakar di salah satu SPBU resmi milik Pertamina di kawasan Karang Anyar, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Baca juga: Resah Isu BBM Oplosan, Dosen Teknik Kimia Unmul Luruskan Soal Blending dan Angka Oktan

“Saya curiga karena mobil saya jalannya tersendat-sendat. Begitu sampai rumah, saya sedot BBM dari tangki, ternyata warnanya hitam pekat seperti lumpur,” ujar Pade saat ditemui TribunKaltim.co, saat menguras tangki mobilnya, Rabu (16/4/2025) sore.

Menurutnya, ia awalnya berniat memindahkan BBM dari tangki mobil ke mesin alkon air.

Namun ia justru dikejutkan dengan kondisi bahan bakar yang tidak lazim.

“Biasanya kan warnanya hijau muda khas Pertalite, tapi ini malah hitam, bahkan ada lumutnya. Saya benar-benar bingung dan kecewa,” ujarnya.

Kondisi ini tentu membuat Pade terpukul, mobilnya harus berhenti beroperasi, padahal kendaraan itu adalah tulang punggung usahanya.

Baca juga: Polresta Balikpapan Sebut Hasil Pengecekan SPBU Nihil Indikasi BBM Oplosan

Tak hanya kehilangan pemasukan, ia juga harus menanggung biaya perbaikan sendri dan biaya perbaikan tidak sedikit.

Ia pun mendesak, Pertamina dan pemerintah untuk turun tangan secara serius dan bukannya hanya sebatas formalitas.

“Pertamina seharusnya tahu dan sebetulnya sudah mengakui kalau ada masalah pada kualitas BBM. Tapi jangan sampai masyarakat kecil seperti saya yang jadi korban. Saya beli resmi di SPBU, pakai barcode juga, tapi malah begini jadinya,” kata Pade.

Ia bahkan meragukan efektivitas program bengkel gratis dari Pertamina yang digadang-gadang sebagai solusi bagi para korban BBM kotor.

“Bengkel gratis itu juga tidak jelas dimana lokasinya. Ini bukan cuma soal perbaikan, tapi soal tanggung jawab. Saya kehilangan penghasilan, pelanggan saya komplain, dan saya harus tanggung semua kerusakan ini sendiri,” ungkapnya.

Kasus seperti yang dialami Pade menambah daftar panjang keluhan masyarakat yang menjadi korban dugaan BBM oplosan di kota minyak.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved