Berita Kaltim Terkini
Korem 101/Antasari Segera Naik Status jadi Kodam, Pangdam: Kendala Wilayah Luas
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya restrukturisasi organisasi TNI AD untuk meningkatkan efektivitas mobilitas
Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Komando Resort Militer (Korem) 101/Antasari yang selama ini berada di bawah naungan Kodam VI/Mulawarman, akan segera berpisah dan naik status menjadi Komando Daerah Militer (Kodam) sendiri.
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya restrukturisasi organisasi TNI AD untuk meningkatkan efektivitas mobilitas dan pengawasan di wilayah Kalimantan.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, saat menghadiri acara coffee morning bersama awak media di Media Center Kodam VI/Mulawarman, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, Kalimantan Timur pada Rabu (16/4/2025).
"Jadi sebagai informasi, mulai Juli nanti Kodam VI/Mulawarman akan dipecah. Akan ada Kodam baru yang terbentuk," ujar Mayjen Rudy.
Baca juga: Kodam VI/Mulawarman Kerahkan 1.010 Personel untuk Amankan Pelaksanaan Salat Id di Kalimantan Timur
Menurutnya, pemecahan wilayah ini dilakukan karena cakupan kerja Kodam VI/Mulawarman saat ini terlampau luas.
Kodam ini membawahi tiga provinsi sekaligus, yakni:
- Kalimantan Timur;
- Kalimantan Utara;
- dan Kalimantan Selatan.
Hal itu seringkali menjadi tantangan tersendiri dalam hal koordinasi, terutama jika harus merespon cepat kegiatan maupun situasi darurat.
"Saya juga memiliki wilayah di Kalimantan Selatan, dan dari Kaltim ke sana butuh waktu hingga 12 jam jika lewat darat. Jalur udara pun belum memadai karena penerbangan masih sangat terbatas," tuturnya.
Ia mencontohkan, undangan rapat dari Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kalimantan Selatan kerap diterimanya sehari sebelum pelaksanaan.
Alhasil, Pangdam lebih sering diwakili oleh Komandan Korem (Danrem) dalam pertemuan tersebut.
Baca juga: Kodam VI/Mulawarman Perkuat Profesionalisme dan Kepemimpinan Melalui Apel Komandan Satuan
"Situasi seperti itu tidak efektif, apalagi jika terjadi hal yang membutuhkan kehadiran cepat dari pimpinan tertinggi," tambahnya.
Dengan naiknya status Korem 101/Antasari menjadi Kodam, maka wilayah Kalimantan Selatan akan memiliki komando militer tersendiri.
Kodam baru ini nantinya juga akan mencakup Korem 102/Panju Panjung yang berada di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Personel di Korem 101/Antasari nantinya akan menjadi bagian dari Kodam yang baru.
"Ini diharapkan bisa mengatasi kendala jarak dan transportasi yang selama ini menjadi tantangan utama kami," terang Rudy.
Baca juga: Tongkat Kepemimpinan Kodam VI Mulawarman Berganti, Rudy Rachmat Nugraha Gantikan Tri Budi Utomo
Selain rencana pemecahan tersebut, Rudy juga mengungkapkan bahwa Kodam VI/Mulawarman sedang bersiap membentuk lima kesatuan baru dalam bentuk Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP).
Kesatuan ini akan difokuskan pada pemberdayaan masyarakat dengan keahlian di bidang pertanian, peternakan, dan keterampilan produktif lainnya.
"Kami menerima perencanaan dari Markas Besar TNI AD bahwa Kodam VI/Mulawarman akan menjadi lokasi pembangunan BTP," ungkapnya.
"Satu BTP direncanakan akan memiliki 1.196 personel prajurit TNI AD yang akan diisi secara bertahap," jelasnya.
Namun ia menekankan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap awal dan membutuhkan proses persiapan serta pematangan lebih lanjut.
Dia berharap reorganisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan responsivitas TNI AD terhadap kondisi wilayah, tapi juga mendekatkan pelayanan dan dukungan militer kepada masyarakat di daerah-daerah yang selama ini kurang terjangkau secara cepat.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.