Berita Balikpapan Terkini

2 Pelaku Begal Motor di Balikpapan dengan Modus Mengaku Sebagai Polisi Berhasil Diringkus

Dua pelaku kini berhasil diringkus jajaran Polresta Balikpapan setelah beraksi di dua lokasi berbeda pada Maret dan April 2025

Penulis: Dwi Ardianto | Editor: Nur Pratama
TRIBUN KALTIM.CO/DWI ARDIANTO
PELAKU BEGAL - Aksi pencurian dengan kekerasan atau begal bermodus mengaku sebagai polisi terjadi di Balikpapan. Dua pelaku kini berhasil diringkus jajaran Polresta Balikpapan setelah beraksi di dua lokasi berbeda pada Maret dan April 2025, Rabu (30/04/2025).(TRIBUN KALTIM.CO/DWI ARDIANTO) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Aksi pencurian dengan kekerasan atau begal bermodus mengaku sebagai polisi terjadi di Balikpapan.

Dua pelaku kini berhasil diringkus jajaran Polresta Balikpapan setelah beraksi di dua lokasi berbeda pada Maret dan April 2025.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto, mengatakan kedua pelaku yang berinisial R (19) dan EP (25) merupakan warga Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat. Keduanya diketahui tak memiliki pekerjaan tetap.

Baca juga: Satreskrim Polresta Balikpapan Tangkap Pelaku Pencurian 31 HP di Toko Elektronik di Kota Minyak

“Mereka memepet korban yang sedang berkendara, lalu mengaku sebagai anggota polisi dan langsung mencabut kunci motor korban. Alasannya, motor akan dibawa ke kantor polisi,” ungkap Kombes Anton dalam konferensi pers, Rabu (30/04).

Aksi pertama terjadi pada 23 Maret 2025 di Jalan Ahmad Yani, Karangjati, Balikpapan Tengah. Sementara aksi kedua berlangsung di Jalan Sultan Hasanuddin, Balikpapan Barat, pada 7 April 2025.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit Honda Genio warna hitam-merah KT 6811 HG, Honda Genio hitam KT 3493 HI milik pelaku yang nomor rangkanya rusak, Yamaha Jupiter MX warna hitam KT 5125 YA, satu unit motor tanpa identitas yang nomor rangkanya rusak, dan satu buah borgol yang digunakan untuk menakut-nakuti korban.

“Pelaku menjalankan aksinya secara acak. Mereka menciptakan rasa takut dengan mengaku sebagai polisi, agar korban tidak melawan,” tambah Kombes Anton.

Pihak kepolisian saat ini masih mengembangkan kasus untuk menelusuri kemungkinan adanya lokasi kejadian lain dan korban tambahan.

“Kami mengimbau masyarakat yang merasa pernah menjadi korban dengan modus serupa untuk segera melapor ke Polresta Balikpapan,” tegasnya.

Polresta Balikpapan juga mengingatkan warga agar waspada dan tidak langsung percaya terhadap orang tak dikenal yang mengaku aparat, apalagi tanpa menunjukkan identitas resmi. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved