Senin, 13 April 2026

Tribun Klatim Hari Ini

Ikuti Style Anak Muda Cara Percasi Kaltim Terus Regenerasi Pecatur Baru

Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki target agar catur sebagai olahraga pariwisata (sport tourism).

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
KEJUARAAN CATUR Peserta saat mengikuti Kejuaraan Catur Kaltim Fide Rated Internasional 2025 diikuti 122 Peserta di aula Kadrie Oening Tower, Jalan Wahid Hasyim Sempaja Selatan Kecamatan Samarinda Utara Kalimantan Timur, Senin (28/4). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Catur tak hanya menjadi olahraga asah otak. Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki target agar catur sebagai olahraga pariwisata (sport tourism).

Ketua Percasi Kaltim Akhmed Reza Fahlevi mengatakan, beberapa upaya pihaknya agar membuat catur sebagai bagian dari sport tourism. Salah satu caranya menggelar turnamen tingkat nasional bahkan internasional.

Contohnya turnamen Kaltim Fide Rated Chess International yang digelar 28 April sampai 2 Mei kemarin. Bahkan turnamen yang digelar selama lima hari itu berjalan sukses dan meriah. Bahkan peserta yang ikut tak hanya dari Kaltim. Bahkan beberapa di antaranya dari luar daerah bahkan luar negeri. Melihat animo itu dia yakin sektor pariwisata khususnya sport tourism di Kaltim semakin tinggi.

"Sangat bisa. Turnamen FIDE berstandar internasional biasanya menarik peserta dari luar daerah bahkan luar negeri. Ini membuka peluang besar untuk menggabungkan olahraga dan pariwisata atau sports tourism.

Baca juga: Pecatur Evi Yuliana Merasakan Manfaat Bermain Catur, Melatih Problem Solving

Peserta dan pendampingnya tentu akan mengeksplorasi wisata lokal, kuliner, serta budaya Kaltim. Ini menjadi potensi ekonomi dan promosi daerah yang sangat positif," kata Reza.

Selain turnamen, pengembangan dan regenerasi atlet catur dirasa sangat penting jika ingin mengembangkan sport tourism.

 “Kami di Percasi Kaltim secara konsisten melakukan pembinaan sejak usia dini melalui sekolah-sekolah, klub-klub catur, serta turnamen junior tingkat kabupaten hingga provinsi. Setiap tahun kami juga menggelar seleksi terbuka dan pelatihan berjenjang untuk mencari dan membina bibit-bibit unggul yang nantinya bisa menjadi atlet andalan Kaltim di tingkat nasional maupun internasional," ungkapnya.

Pria akrab disapa Reza terus berupaya untuk mengenalkan catur ke anak muda. Caranya mulai menggelar pertandingan dan memberikan uang pembinaan bagi atlet yang memenangkan juara jadi salah satu cara untuk meregenerasi pecatur muda di Kaltim.

"Kita harus melakukan daya tarik yang seharusnya bisa di lakukan oleh anak muda, seperti memberikan hadiah atau dana pembinaan, kemudiaan lomba atau eventnya mengikuti gaya  atau life style anak muda sekarang,” kata Reza.

Pihaknya pun berupaya membuat catur menjadi lebih “friendly” untuk anak muda dengan pendekatan digital. Seperti turnamen online, pelatihan daring, dan konten edukatif di media sosial.

Selain itu, Percasi menggandeng sekolah dan komunitas untuk memperkenalkan catur sebagai olahraga yang fun, menantang, dan bermanfaat untuk melatih konsentrasi serta strategi berpikir.

"Stigma itu kami patahkan dengan membuktikan bahwa saat ini banyak grand master dan pecatur hebat yang justru masih muda. Bahkan sekarang catur menjadi lifestyle baru karena bisa dimainkan di mana saja, baik secara fisik maupun digital.

Kami juga aktif mempromosikan aktivitas catur sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang menyenangkan dan jauh dari kesan tua,” kata Reza. (nevrianto hardi prasetyo)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved