Senin, 11 Mei 2026

Berita Mahulu Terkini

DPRD Mahulu Bertemu BBPJN Kaltim Bahas Jembatan Muara Ratah yang Belum Bisa Digunakan

Jembatan Muara Ratah adalah jalur masyarakat Mahulu, yang menghubungkan Ujoh Bilang ke Tering.(Kutai Barat)

Tayang:
Penulis: Febriawan | Editor: Nur Pratama
HO DPRD MAHULU
JEMBATAN MUARA RATAH - Suasana pertemuan DPRD Mahulu dengan BBPJN Kaltim, terkait pembangunan jalan dan jembatan Kubar ke Mahulu. (HO DPRD MAHULU)  

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mahakam Hulu (Mahulu) melalui Komisi III mendatangi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim), mempertanyakan status pekerjaan jembatan Muara Ratah hingga kini belum dapat digunakan.

Jembatan Muara Ratah adalah jalur masyarakat Mahulu, yang menghubungkan Ujoh Bilang ke Tering.(Kutai Barat).

Dimana jembatan ini menjadi satu-satunya jalan yang dapat menghubungkan kedua daerah ini tanpa menggunakan kapal atau perahu penyeberangan sungai.

Baca juga: Infrastruktur di Kubar-Mahulu Jadi Prioritas Pemprov Kaltim

Saat ini masyarakat Mahulu mempertanyakan penggunaan jembatan Muara Ratah.

Pembangunannya mendapatkan anggaran daerah juga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Wakil Ketua II DPRD Mahulu Desiderius Dalung Lasah mengatakan, kunjungannya sesuai dengan aspirasi masyarakat, selama ini banyak mendapatkan masukan terkait kapan jembatan Muara Ratah bisa digunakan.

“Sampai kapan masyarakat Mahulu harus merogoh kantong agak dalam untuk melalui jalur darat,” tegas Desiderius, Selasa (6/5/2025).

“Kami pun merasakan sendiri, atas keluhan dari masyarakat ini, kapan jembatan Muara Ratah dapat dilalui,” tegasnya.

Bukan hanya Wakil Ketua II DPRD Mahulu Desiderius Dalung Lasah yang mempertanyakan kondisi jembatan Muara Ratah. 

Sejumlah anggota DPRD lain pun memiliki pertantayaan yang sama
Hal itu disampaikan, Wakil Ketua Komisi III, Petrus Higang, A.Md., Kep., menyampaikan banyaknya keluh-kesah masyarakat dengan tarif penyeberangan yang sangat mahal.

Menurutnya, hal ini berimbas pada tingginya harga kebutuhan pokok yang ada di Mahulu.

“Kapan masyarakat bisa menikmati akses jembatan Muara Ratah, karena sudah banyaknya masyarakat Mahulu yang mengeluh dengan mahalnya tarif penyeberangan, terlebih pada malam hari,” tegas Petrus Higang.

Menanggapi hal tersebut, BBPJN Kaltim melalui Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan 2, Akmizal, S.T., M.T, mengatakan sesungguhnya Jembatan Muara Ratah sudah dapat dilalui, namun terdapat oknum yang menghalangi penyelesaian jembatan tersebut.

“Jembatan Ratah sebenarnya sudah selesai, dan sudah dapat dilalui, hanya saja kami mendapatkan info bahwa, terdapat oknum yang meminta untuk jangan dulu melintasi jembatan tersebut,” ungkap Akmizal.

Lebih lanjut, Akmizal meminta bantuan kepada Anggota DPRD Mahulu dan Pemerintah Kabupaten Mahulu untuk dapat berbicara dan mensosialisasikan kepada oknum dimaksud, agar masyarakat dapat menikmati dan melalui akses jembatan Muara Ratah.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved