Kapal Feri Tenggelam di Penajam

Hanya Baju di Badan, Khairil Jadi Korban Insiden Tenggelamnya KMP Muchlisa di Penajam

Salah satunya adalah Khairil, penumpang yang selamat namun kehilangan hampir seluruh harta bendanya

Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS
KORBAN KAPAL TENGGELAM - Khairil Anwar salah satu korban tenggelamnya KMP Muchlisa saat di temui dalam kegiatan pertemuan korban dengan pihak terkait mengenai pembahasan claim asuransi, Selasa (6/5/2025) Anwar, salah satu korban selamat dari tenggelamnya ferry Mukhlisa, hanya menyisakan pakaian di badan, sementara Khairil Anwar mengungkapkan kronologi kejadian dan meminta evaluasi standar keselamatan pelayaran oleh pihak terkait. (TRIBUNKALTIM.CO / RAYNALDI PASKALIS) 

TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM - Peristiwa tenggelamnya kapal feri KMP Muchlisa yang melayani rute penyeberangan dari Pelabuhan Kariangau menuju Penajam Paser Utara masih menyisakan luka dan trauma bagi para korban. 

Salah satunya adalah Khairil, penumpang yang selamat namun kehilangan hampir seluruh harta bendanya.

Ketika berhasil dievakuasi, satu-satunya yang tersisa hanyalah baju dan celana yang melekat di tubuhnya.

Kejadian ini diceritakan oleh Khairil Anwar, salah satu korban selamat lainnya, dalam sebuah pertemuan antara korban dengan penyedia layanan transportasi dan pihak-pihak terkait di kantor ASDP Penajam Paser Utara. 

Baca juga: Terungkap Besaran Ganti Rugi Korban Kapal Feri Muchlisa Tenggelam di Penajam Lengkap Sesuai Golongan

Menurut Khairil, insiden bermula saat kapal berangkat dari Kariangau sekitar pukul 11.30 Wita.

Setelah hampir satu jam berlayar, kapal tiba di kawasan Teluk Balikpapan dan berhenti di laut selama lebih dari 40 menit.

Awalnya, para penumpang menduga kapal tengah menunggu antrean untuk sandar.

“Mungkin saya kira ya, dan juga penumpang lain kira, mungkin nyedar itu untuk antri ya,” tutur Khairil. Selasa (6/5/2025)

Namun waktu terus berjalan dan tidak ada kejelasan. Setelah itu, awak kapal akhirnya memberi tahu bahwa kapal mengalami kerusakan. 

Dugaan awal menyebutkan adanya kebocoran yang menyebabkan kapal tidak bisa melanjutkan perjalanan ke darat.

Upaya evakuasi sempat dilakukan oleh kapal ferry lain dengan cara towing, namun dinyatakan gagal.

Kemudian, para penumpang dipindahkan ke kapal lain untuk dievakuasi. 

Khairil sendiri harus merelakan mobil pribadinya yang tenggelam bersama kapal, termasuk barang-barang berharga di dalamnya seperti laptop, pakaian, dan sepatu. 

Kini, ia hanya memiliki pakaian yang melekat di badannya saat kejadian.

“Iya betul, cuma baju di badan ini,” ujarnya sambil menunjukkan pakaian yang masih dikenakannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved