Berita Berau Terkini
RSUD Tanjung Redeb Selesai 100 Persen, Dinkes Berau Masih Usulka Alkes dan SDM
Proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Redeb, Kalimantan Timur yang berlokasi di Jalan Sultan Agung telah rampung 100 persen
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB – Proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Redeb, Kalimantan Timur yang berlokasi di Jalan Sultan Agung telah rampung 100 persen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Fendra Firmawan memastikan, pembangunan infrastruktur tahap pertama selesai seratus persen dan kini tinggal menunggu serah terima kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau.
Pihaknya masih menunggu dokumen berita acara serah terima yang kini tengah disiapkan oleh konsultan
“Pekerjaan infrastruktur sudah 100 persen. Saat ini tinggal proses serah terima. Tidak ada masalah dalam pengerjaan infrastruktur,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Kamis (8/5/2025).
Dijelaskan, pembangunan RSUD baru ini dilakukan dalam tiga bertahap.
Baca juga: Hadiri Peresmian Alat Operasi Mata, Launching Ruang CSSD dan USG 4 Dimensi RSUD Sangkulirang Kutim
Tahap pertama mencakup gedung utama rumah sakit yang terdiri dari ruang rawat inap, ruang operasi, dan fasilitas penunjang lainnya sesuai standar rumah sakit.
Pembangunan tahap pertama ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 248 miliar yang dimulai sejak 2023 lalu.
“Pekerjaan kami di DPUPR hanya sampai pada infrastruktur. Untuk alat kesehatan dan sumber daya manusia itu tanggung jawab Dinkes,” tambahnya.
Soal kelanjutan tahap kedua dan ketiga, pihaknya belum dapat membeberkan langkah selanjutnya. Sebab, yang lebih tahu adalah Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau.
“Kemungkinan tahap selanjugnya masih berupa gedung-gedung rawat inap tambahan. Tahap ketiga bisa jadi rumah dokter, tapi saya belum tahu master plan-nya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu serah terima resmi melalui proses Provisional Hand Over (PHO) sebelum memulai tahapan pengadaan alat kesehatan (alkes) dan persiapan operasional lainnya.
Pengusulan alkes ini akan kami ajukan dalam APBD Perubahan 2025. Tentunya yang menjadi prioritas adalah Instalasi Gawat Darurat (IGD), mengingat sifatnya darurat dan mendesak. Sedangkan, untuk pengadaan lainnya akan dilakukan secara bertahap.
Ia juga menyebutkan bahwa persiapan sumber daya manusia (SDM) masih dalam tahap perumusan. Dirinya belum dapat memastikan apakah akan memanfaatkan SDM dari RSUD dr Abdul Rivai.
Jika melihat regulasi yang berlaku di Indonesia, RS yang ada harus dinonaktifkan terlebih dulu baru SDM-nya bisa dipindah di RS baru.
“Kalau RSUD dr Abdul Rivai dinonaktifkan, maka pelayanan juga pasti berhenti. Tentu itu tidak mungkin dilakukan. Jadi itu yang harus dipikirkan,” tambahnya.
| Jelang Porprov 2026, DPRD Berau Tekankan Kesiapan Atlet dan Fasilitas |
|
|---|
| BBPJN Kaltim Lebarkan Jalan Maluang-Bulungan, Kurangi Risiko Kecelakaan |
|
|---|
| 146 ASN Pemkab Berau Pensiun, Sejumlah Jabatan Kepala Dinas Terancam Kosong |
|
|---|
| Belanja Pegawai Pemkab Berau Tinggi, DPRD Ajak Cari Formulasi Anggaran yang Tepat |
|
|---|
| DPRD Berau Soroti Lahan Rumah Sakit, Minta Penertiban Bangunan Ilegal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250508-RSUD-Berau.jpg)