Jumat, 1 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Warga Betapus Samarinda Berburu Ikan Lele dan Nila di Tengah Banjir

Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda pada Senin (12/5/2025) menyebabkan banjir di sejumlah titik. 

Tayang:
TRIBUN KALTIM
MENANGKAP IKAN - Seorang warga sedang menangkap ikan mengunakan alat tradisional di kawasan Betapus, Samarinda. Selasa (13/5/2025) Banjir yang melanda kawasan Betapus dimanfaatkan oleh warga untuk mencari ikan yang terbawa arus, seperti nila, lele, dan seluang, yang kemudian digunakan untuk konsumsi pribadi maupun dijual.(TRIBUNKALTIM.CO / RAYNALDI PASKALIS) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda pada Senin (12/5/2025) menyebabkan banjir di sejumlah titik. 

Salah satu lokasi terdampak adalah kawasan Betapus, Jalan Usaha Tani, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara.

Genangan air dengan ketinggian mencapai sepinggang orang dewasa merendam lahan pertanian, termasuk area persawahan.

Namun, di balik musibah tersebut, warga justru memanfaatkan kondisi banjir untuk menangkap ikan yang terbawa arus.

Baca juga: Banjir Besar di Samarinda Kaltim, Petani Menjerit Sawinya jadi Lonyot, Rugi hingga Rp2 Juta

Aktivitas ini menjadi pemandangan unik dan menarik di tengah bencana.

Elisabeth, salah seorang warga, menjelaskan bahwa kegiatan mencari ikan saat banjir bukanlah hal baru bagi masyarakat Betapus.

"Dulu, warga di kawasan ini biasa memelihara ikan nila di sawah mereka. Saat banjir datang, banyak orang berkeliling mencari ikan besar seperti ikan haruan, lele, dan nila. Namun, sekarang ikan yang ditemukan semakin sedikit, sebagian besar berasal dari sawah atau bendungan yang ada," ungkapnya.

Elisabeth mulai turun ke sawah untuk mencari ikan ketika air mulai naik pada sore hari.

Baca juga: Viral! Penampakan Ikan Lele Raksasa di Jalan PM Noor Samarinda, Kejutkan Warga Saat Banjir

"Nyari-nyari ikan ini baru kemarin sore, baru kemarin naiknya air kesini. Dia belum sampai disini, kemarin saya disini masih sini kemarin sore," tuturnya sambil menunjukkan gorong-gorong sebagai penanda tinggi air.

Saat ditemui oleh Tribunkaltim.co, Elisabeth tengah bersama cucunya dan memegang alat perangkap ikan yang disebut tangkul atau anco.

Alat ini dibuat dari bambu dan jaring, digunakan secara manual untuk menangkap ikan di aliran air banjir.

Dalam wadah yang dibawanya, tampak berbagai jenis ikan seperti puyuh, seluang, lele, dan nila.

Baca juga: Banjir Belum Surut, Warga Perumahan Griya Mukti Sejahtera Samarinda Parkir Motor Jauh dari Rumah

Ketika ditanya mengenai hasil tangkapannya, Elisabeth menyebutkan bahwa ia berhasil memperoleh sejumlah ikan dari sawah yang tergenang.

Hasil tangkapannya terdiri dari lele berukuran cukup besar, ikan nila, serta banyak ikan seluang.

"Iya, goreng. Kalau yang kemarin sempat saya jual karena gak ada waktu membersihkan," ungkapnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved