Selasa, 19 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Kaltim tak Masuk Daerah Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates

Vaksin yang memasuki uji coba tahap akhir ini diharapkan mampu menekan jumlah penderita TBC di Indonesia

Tayang:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
UJI KLINIK VAKSIN - Kepala Dinkes Kaltim, dr. Jaya Mualimin saat dijumpai di Terminal Sungai Kunjang, Jumat (21/3/2025) lalu. Menjelaskan, sejak adanya uji coba, Kalimantan Timur juga tidak mendapat tawaran untuk menjadi tempat uji klinik vaksin. (TribunKaltim.co/Rita Lavenia) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Indonesia menjadi salah satu negara tempat uji coba fase ketiga vaksin Tuberculosis (TBC) Bill Gates.

Sebelumnya Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, mengatakan data 20.000 sample uji coba akan ada 2.000 warga Indonesia yang turut menjadi simpatisan.

Vaksin yang memasuki uji coba tahap akhir ini diharapkan mampu menekan jumlah penderita TBC di Indonesia.

Sejauh ini belum diketahui darah mana saja yang akan mendapat vaksin uji coba ini.

Baca juga: Vaksin TBC Bill Gates Viral di Medsos, Menkes Budi Bantah Isu Indonesia Jadi Kelinci Percobaan

"Yang pasti Kaltim tidak masuk dala. Wilayah clinical trial (uji coba) vaksin TB," beber Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, dr. Jaya Mualimin saat dikonfirmasi TribunKaltim.co, Jumat (16/5/2025).

Bahkan, ungkapnya, sejak adanya uji coba, Kalimantan Timur juga tidak mendapat tawaran untuk menjadi tempat uji klinik vaksin.

"Karena tentu perlu lab dan tenaga ahli. Untuk vaksin TB juga memang belum berjalan di Kalimantan Timur," imbuhnya.

Menurut data Dinkes Kaltim, 30 persen masyarakat Kalimantan Timur mengidap TBC.

Bahkan dalam skala nasional, Kaltim menduduki posisi ke 17 terbanyak penderita TBC.

Dinkes Kaltim menyebutkan TBC banyak ditemukan di Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

"TBC justru banyak ditemukan di kota berkembang karena masih ada permukiman kumuh, kelembapan tinggi, sanitasi dan lingkungan yang tidak bersih menyebabkan kuman menjadi sangat aktif," beber dr. Jaya Mualimin.

Baca juga: Terjawab Efek Samping Langka yang Ditimbulkan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Terungkap di Pengadilan

Ia menjelaskan, penyebab TBC adalah bakteri mycobacterium tuberculosis. 

Penyebarannya sendiri melalui percikan ludah dari penderita saat bersin, batuk, berbicara, tertawa dan bernyanyi.

"Satu orang bisa menularkan TBC ke 5 sampai 10 orang. Kalau tidak terdeteksi dan tidak memeriksakan diri, maka dia menularkan secara bebas," benernya.

Ia menjelaskan, saat ini dari 21.000 penderita Dinkes Kaltim baru bisa mengobati 50 persen kasus.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved