Selasa, 19 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Kaltim Peringkat ke-17 TBC Terbanyak di Indonesia

Kalimantan Timur (Kaltim) menempati posisi ke-17 sebagai provinsi dengan jumlah penderita Tuberkulosis (TBC) terbanyak di Indonesia.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
PENYEBAB PENYEBAB TBC - Kepala Dinkes Kaltim, dr. Jaya Mualimin saat dijumpai di Terminal Sungai Kunjang, Jumat (21/3/2025) lalu. Dirinya tegaskan, masyarakat tidak perlu takut melakukan pemeriksaan secara dini sebab TBC bisa sembuh secara permanen setelah menjalani pengobatan intensif selama 6 bulan hingga 9 bulan. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menempati posisi ke-17 sebagai provinsi dengan jumlah penderita Tuberculosis (TBC) terbanyak di Indonesia.

Data ini diungkapkan oleh Dinas Kesehatan Kalimantan Timur menyusul sorotan nasional terhadap tingginya kasus TBC di Tanah Air dan pelaksanaan uji coba vaksin TBC Bill Gates tahap akhir yang didukung oleh yayasan milik Bill Gates.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur , dr Jaya Mualimin, menyatakan bahwa sekitar 30 persen masyarakat Kaltim diduga mengidap TBC, dengan konsentrasi terbesar kasus ditemukan di Kota Samarinda, Balikpapan, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

“TBC justru banyak ditemukan di kota berkembang karena masih ada permukiman kumuh, kelembapan tinggi, sanitasi dan lingkungan yang tidak bersih menyebabkan kuman menjadi sangat aktif,” beber dr Jaya, Jumat (16/5/2025).

Baca juga: Kaltim tak Masuk Daerah Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates

Meski Indonesia termasuk dalam lokasi uji coba vaksin TBC fase ketiga, Kaltim tidak termasuk dalam wilayah clinical trial tersebut.

“Yang pasti Kaltim tidak masuk dalam wilayah clinical trial (uji coba) vaksin TB,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sejak awal program uji coba, Kaltim tidak menerima tawaran untuk menjadi lokasi pelaksanaan uji klinik.

“Karena tentu perlu lab dan tenaga ahli. Untuk vaksin TB juga memang belum berjalan di Kaltim,” imbuhnya.

Baca juga: TBC Jadi Ancaman di Kaltim, Daftar 3 Kota/Kabupaten dengan Banyak Temuan Kasus

Dinkes Kaltim saat ini mencatat ada sekitar 21.000 kasus TBC, namun baru mampu menangani kurang dari 10 ribu di antaranya.

“Kita baru bisa menangani kurang dari 10 ribu orang. Kendalanya karena masyarakat tidak aktif melaporkan kesehatan mereka,” tutur dr Jaya.

Menurutnya, penularan TBC yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis bisa terjadi dengan mudah melalui percikan ludah saat penderita batuk, bersin, berbicara, bahkan tertawa.

“Satu orang bisa menularkan TBC ke 5–10 orang. Kalau tidak terdeteksi dan tidak memeriksakan diri, maka dia menularkan secara bebas,” tegasnya.

Baca juga: 2000 WNI jadi Sampel Uji Coba Terakhir, Vaksin TBC Bill Gates Segera Diluncurkan

Upaya pendeteksian terus dilakukan melalui program Tes Cepat Molekul (TCM) yang disebar ke puskesmas-puskesmas.

Metode ini disarankan oleh WHO karena akurat dalam mendeteksi TBC lewat sampel dahak, bilasan lambung, atau feses.

dr Jaya mengimbau masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan dini.

Pemerintah menyediakan pemeriksaan dan pengobatan TBC secara gratis, dan penyakit ini bisa disembuhkan dengan pengobatan intensif selama 6–9 bulan.

“Kalau merasa batuk tidak kunjung sembuh, segera periksakan diri. Mari sama-sama lakukan deteksi dini untuk memutus rantai penyebaran TBC,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved