Selasa, 19 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

TBC Jadi Ancaman di Kaltim, Daftar 3 Kota/Kabupaten dengan Banyak Temuan Kasus

Penyakit TBC masih menjadi ancaman di Kalimantan Timur (Kaltim). Daftar 3 kota/kabupaten dengan temuan banyak kasus.

Tayang:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Amalia Husnul A
TribunKaltim.co/DWI ARDIANTO
ANCAMAN TBC KALTIM - Ilustrasi, program skrining gratis TBC di Balikpapan. Dinas Kesehatan Kota Balikpapan terus mengintensifkan upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) dengan menggelar program skrining gratis di berbagai lokasi strategis. Penyakit TBC masih menjadi ancaman di Kalimantan Timur (Kaltim). Daftar 3 kota/kabupaten dengan temuan banyak kasus. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO) 

TRIBUNKALTIM.CO - Penyakit tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Menurut data sementara yang berhasil dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, saat ini terdapat 30 persen penduduk Benua Etam yang terjangkit TBC.

Dalam berbagai temuan kasus TBC di Kaltim, sebagian besar justru tidak sadar telah terjangkit infeksi serius pada paru-paru tersebut. 

Akibatnya sepanjang tahun 2024 tercatat 500 warga Kaltim meninggal dunia akibat TBC.

Baca juga: 2000 WNI jadi Sampel Uji Coba Terakhir, Vaksin TBC Bill Gates Segera Diluncurkan

Dinkes Kaltim sendiri telah menarget 50 persen atau 21.000 penderita TBC harus diobati.

Namun hingga Maret 2025 hanya 9000-an orang yang berhasil mendapat pengobatan.

Bukan karena tidak mampu mengobati, namun ungkap Kepala Dinkes Kaltim dr. Jaya Mualimin bahwa kendala terbesar adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri.

"Rata-rata lambat pemeriksaan, tidak terdeteksi, pas datang sudah parah di bagian paru-paru," ujarnya, ujarnya beberapa waktu lalu.

Gentingnya lagi karena kurangnya kesadaran itu membuat penyebaran TBC menjadi sangat cepat karena para penderita bebas berinteraksi dengan orang lain.

"Kalau batuk tak kunjung sembuh, dan kadang berdarah, periksakan diri ke puskesmas terdekat.

Gratis, obatnya juga gratis dan akan didampingi.

Penderita harus diobat selama 6-9 bulan," tegas dr. Jaya.

POSKO MUDIK LEBARAN - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, dr. Jaya Mualimin, pihaknya akan mengerahkan nakes dari 150 puskesmas yang ada di 10 kabupaten/kota. Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan warga selama melakukan perjalanan mudik Lebaran 2025.(TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA)
ANCAMAN TBC KALTIM - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, dr. Jaya Mualimin. Penjelasan Kadinkes Kaltim terkait TBC masih menjadi ancaman di Kalimantan Timur (Kaltim). Daftar 3 kota/kabupaten dengan temuan banyak kasus. (TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA) (TribunKaltim.co/Rita Lavenia)

Kemudian sebagai upaya pemerintah meminimalisir penyebaran, Dinkes Kaltim akan membagikan alat Tes Cepat Molekul (TCM) ke seluruh puskesmas kabupaten dan kota.

Dengan alat yang bisa didapatkan di setiap puskesmas tersebut masyarakat bisa melakukan pemeriksaan diri sendiri.

Baca juga: 4 Unsur Penyakit TBC Menyebar di Kaltim, Dinkes Soroti Samarinda, Kukar dan Balikpapan

Pembagian TCM telah sampai di Kabupaten Kutai Timur.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved