Berita Balikpapan Terkini
7 Fakta Menarik Balikpapan, Daerah Penyangga IKN yang Dijuluki Kota Minyak Tapi Alami Kelangkaan BBM
Ini 7 fakta menarik Balikpapan yang dijuluki Kota Minyak tapi kini alami kelangkaan BBM, punya banyak bahasa gaul.
TRIBUNKALTIM.CO - Inilah 7 fakta menarik Balikpapan yang dijuluki Kota Minyak tapi kini alami kelangkaan BBM, punya banyak bahasa gaul.
Tinggal di Kota yang punya julukan 'Kota Minyak" ternyata tidak menjamin warga Balikpapan tak akan mengalami masalah untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).
Buktinya beberapa hari belakangan dan hingga hari ini, Senin (19/5/2025) kelangkaan BBM terjadi hampir seluruh Balikpapan.
Dan yang jenis BBM yang langka juga sangat dibutuhkan masyarakatl, yakni BBM non-subsidi jenis Pertamax.
Baca juga: Sopir dan Ojol di Balikpapan Keluhkan Krisis Pertamax, Antrian BBM Mengular hingga 1 Kilometer
Warga harus berputar-putar ke beberapa SPBU untuk mendapatkan BBM.
Atau harus mengantre berjam-jam demi dapat Pertalite, sebagai alternatif tak ada Pertamax.
Kalaupun ada stok tersisa di pengecer pinggir jalan, harganya sudah membumbung tinggi.
Berdasarkan pantauan TribunKaltim.co pada Minggu (18/5/), SPBU di kawasan Batakan terlihat lengang akibat kosongnya BBM jenis Pertamax sejak pagi.
Kendaraan yang mengisi bahan bakar pun bisa dihitung jari, sementara area lain tampak kosong tanpa antrean kendaraan.
Sementara saat sore hari tidak terlihat keramaian baik di jalur pengisian maupun di sekitar area SPBU.
Plang bertuliskan "Pertamax Habis" dipasang di jalur masuk serta menjadi penyebab sepinya aktivitas pengisian di lokasi tersebut.
Sedangkan pantauan TribunKaltim.co di SPBU kawasan MT Haryono tampak diserbu kendaraan yang hendak melakukan pengisian BBM.
Bahkan, tampak terjadi kemacetan akibat panjangnya antrean kendaraan.
"Antri terus daerah sini. Memang bilangnya kosong Pertamax, jadi mau nda mau isi Pertamax turbo aja," jelas salah satu pengendara, Fahri yang tengah mengantre BBM.

Berikut 7 fakta menarik Balikpapan yang punya julukan Kota Minyak tapi alami kelangkaan BBM yang sudah dirangkum TribunKaltim.dari Kompas.com,
dan sumber lainnya:
1. Kondisi Geografis
Balikpapan merupakan salah satu kota besar yang ada di Provinsi Kalimantan Timur.
Luas wilayah Kota Balikpapan mencapai 503, 3 kilometer persegi, dan dihuni oleh sekitar 655.178 jiwa berdasarkan data tahun 2019.
Secara astronomis, Kota Balikpapan berada di antara 1,0 LS - 1,5 LS dan 116,5 BT - 117,5 BT.
Sementara secara geografis, wilayahnya berbatasan dengan Kutai Kartanegara di utraa, Selat Makassar di timur dan selatan, serta Penajam Paser Utara di barat.
2. Asal-usul Nama Balikpapan
Kata Balikpapan berasal dari bahasa Melayu. Balikpapan ini merujuk pada desa di hulu sungai yang berada di Teluk dengan jarak 3 mil dari pantai.
Desa itu konon bernama Balipapan, nama yang dikaitkan dengan komunitas pedesaan di teluk yang sekarang disebut Teluk Balikpapan.
Sementara penamaan Balikpapan sendiri terdapat dua versi yang berkembang, yaitu:
- Versi pertama menyebut penamaan Balikpapan berkaitan dengan kejadian tahun 1739, saat wilayah ini masuk dalam Kesultanan Kutai yang dipimpin Sultan Aji Muhammad Idris.
Saat itu Sultan memerintahkan penduduk untuk menyumbang bahan bangunan guna pembangunan istana di Kutai Lama.
Masyarakat di desa Balipapan diminta menyumbang 1000 lembar papan yang diikat menjadi sebuah rakit dan dibawa ke Kutai Lama melalui jalur air.
Saat tiba di Kutai Lama, ternyata ada 10 lembar papan yang hilang, dan terlepas dari ikatan.
Setelah ditelusuri, 10 lembar papan itu ditemukan di daerah bernama Jenebora, lalu papan itu dibawa kembali ke Kutai Lama.
Dari peristiwa ini maka muncul kata Balikpapan, atau “baliklah papan itu”, yaitu kembalinya papan yang hilang.
- Versi kedua menyebutkan nama Balikpapan berasal dari legenda Suku Pasir Balik atau Suku Pasir Kuleng.
Orang-orang Suku Kuleng merupakan keturunan kakek nenek yang bernama Kayun Kuleng dan Papan Ayun.
Daerah tempat kakek nenek itu lantas dikenal dengan nama Kuleng Papan.
Kuleng berasal dari bahasa Pasir yang artinya balik. dan papan yang artinya papan.
Baca juga: Memperkuat Suplai di Balikpapan, Pertamina Tambah Pasokan Pertamax dari Samarinda
3. Balikpapan Kota Minyak
Balikpapan dijuluki sebagai Kota Minyak.
Hal ini lantaran minyak menjadi tonggak awal berdirinya kota Balikpapan.
Disebutkan, sejarah Kota Balikpapan tidak dapat dipisahkan dari pengeboran perdana sumur minyak Mathilda pada tanggal 10 Februari 1897.
Sumur minyak Mathilda sendiri berada di kaki Gunung Komendur, yaitu sisi timur Teluk Balikpapan.
Penamaan sumur minyak ini berasal dari nama anak JH Menten dari JH Menten dan Firma Samuel & Co sebagai pemenang hak konsesi pengeboran.
Sejak saat itu, aktivitas pengeboran minyak di Kota Balikpapan terus berkembang dan mengundang pendatang dalam jumlah besar.
Pada perkembangan berikutnya, Balikpapan pun berkembang menjadi "Kota Minyak”, dengan produksi mencapai 86 juta barrel per tahun.
Sehingga tanggal 10 Februari 1897 ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Balikpapan.
4. Menjadi Pusat Pemerintahan Kalimantan Timur
Ibu kota provinsi Kalimantan Timur memang bukan di Balikpapan, melainkan di Kota Samarinda.
Namun demikian, Kota Balikpapan menjadi markas beberapa perangkat pemerintahan provinsi Kalimantan Timur.
Beberapa di antaranya adalah kantor Polda Kalimantan Timur, serta Markas Komando Daerah Militer (Kodam) VI Mulawarman.
5. Punya 5 Kecamatan dan 27 Kelurahan
Awalnya, Kota Balikpapan memiliki 5 kecamatan dan 27 kelurahan, berdasarkan PP Nomor 38/1996.
Namun, peraturan itu diubah, sehingga sekaran Balikpapan memiliki enam kecamatan dan 34 kelurahan.
Adapun 6 kecamatan di Balikpapan itu adalah:
Kecamatan Balikpapan Timur
Kecamatan Balikpapan Selatan
Kecamatan Balikpapan Tengah
Kecamatan Balikpapan Utara
Kecamatan Balikpapan Barat
Kecamatan Balikpapan Kota
Baca juga: Balikpapan Dapurnya BBM tapi Krisis Pertamax, Antrean Mengular di SPBU, Aktivitas Warga Terganggu
6. Pariwisata di Balikpapan
Kota Balikpapan memiliki banyak sekali tempat wisata yang bisa menjadi pilihan saat berkunjung ke sana.
Tempat-tempat wisata di Balikpapan antara lain Hutan Lindung Sungai Wain, Hutan Mangrove, KWPLH Beruang Madu, Pantai Kemala, Pantai Manggar Segara Sari, Penangkaran Buaya Teritip.
Kemudian Taman Bekapai, A3 Airsoftgun, Carribean Waterpark, Pasar Kerajinan Kebun Sayur, Bandar Balikpapan, dan Monumen Perjuangan Rakyat.
7. Punya Banyak Kosakata Lokal yang Gaul
Kota Balikpapan sendiri memiliki beberapa kosakata yang hampir setiap hari digunakan warganya.
Bagi pendatang, mungkin aneh jika baru didengar dan diucapkan di lidah.
Kosakata ini memiliki istilah dan arti sendiri. Tentunya jika baru didengar, orang-orang akan kaget karena dianggap bahasa kotor atau kasar.
Berikut kosa kata khas lokal Kota Balikpapan yang sering digunakan.
Waluh: Pembualan
Pujungan: Banyak Gaya
Caper: Cari Perhatian
Kompek: Kantong Plastik
Bote: Bohong
Bon-bon: Permen
Kokos: Kartun
Koyakan: manis
Sanggar: Pisang Goreng
Ote-ote: Bakwan
Paret: Got
Impo: keren
Seke: Pelit
Sokongan: Patungan
Gotik: Gonceng Tiga
Sepay: Mencuri
Tekempal: Terlempar
Angsul: Kembalian
Taksi: Argo
Tewa: Ketahuan
Mucil: Nakal
Bodok: Tidak pintar (bego)
Gonggong: Kurang Ajar
Boker: Buang Air Besar (BAB)
Gacok-an: Jagoan
Amor: Anak Motor
Anjoy: Sialan
Bopeng: Muka jerawatan/muka rusak
Culas: Curang dalam permainan
Lanji: Genit istilah untuk perempuan
Kijil: Ganjen istilah untuk laki-laki
Munyak : Kesal
Selawe: Dua puluh lima Rupiah
Perak: Rupiah (ungkapan dalam uang)
Kuluk-kuluk: Istilah Doa Memanggil Hujan
Gasing: Mutar-mutar
Ces: panggilan teman
Coy: panggilan teman
Burit: Pantat
Angop: Mati
Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.