Breaking News
Selasa, 19 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Catatan PAD Kaltim Mei 2025, Dana Transfer dari Pemerintah Pusat Masih Tertinggal

Pendapatan Asli Daerah Kalimantan Timur hingga awal Mei 2025 sentuh angka Rp2,8 triliun. Angka tersebut baru menyentuh 28,75 persen.

Tayang:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
PAD KALTIM 2025 - Kepala Bapenda Kaltim, Ismiati saat dijumpai di Gedung Odah Etam, Kantor Gubernur Kaltim pada awal Mei tahun 2025. PAD dan dana transfer dari pusat merupakan dua sumber utama yang menopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kalimantan Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pendapatan Asli Daerah Kalimantan Timur atau PAD Kaltim hingga awal Mei 2025 sentuh angka Rp2,8 triliun.

Hal ini dibeberkan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim, Ismiati kepada TribunKaltim.co pada Senin (19/5/2025). 

Dia mengatakan, angka tersebut baru menyentuh 28,75 persen dari target tahunan Rp10,035 triliun.

"Pendapatan transfer dari pemerintah pusat juga masih tertinggal dengan capaian Rp1,9 triliun atau 19,14 persen dari target Rp9,8triliun," sebut Ismiati.

Baca juga: Pj Gubernur Akmal Malik Dorong Pajak Alat Berat sebagai Sumber PAD Kaltim

Ia menegaskan, PAD dan dana transfer dari pusat merupakan dua sumber utama yang menopang Anggaran Pendadapat dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur.

"Makanya pencapaian keduanya menjadi fokus dalam merancang fokus anggaran, termasuk untuk tahun 2026," ujarnya.

Kendati demikian, lanjutnya, upaya peningkatan PAD saat ini dihadapkan pada dinamika regulasi. 

Salah satu hambatan adalah penerapan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2022 yang mengatur pembagian hasil pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan (BBNKB) antara provinsi dan kabupaten dan kota.

Baca juga: Realisasi PAD Kaltim hingga Pertengahan Tahun Capai Rp 4,76 Triliun

"Hal ini membuat proyeksi penerimaan dari pajak kendaraan tahun 2025 lebih rendah dibanding tahun lalu yang sempat mencapai Rp 1,5 triliun," imbuhnya.

Selain itu, Ismiati mengungkapkan bahwa tarif PKB di Kalimantan Timur yang menjadi salah satu yang terendah di Indonesia turut menekan potensi penerimaan di sektor tersebut. 

Meski begitu pihaknya yakin memiliki peluang untuk mengejar target PAD di sisa waktu tahun ini.

"Masih banyak sektor potensial yang bisa digarap. Kami optimis, melalui intensifikasi pajak dan eksplorasi sumber-sumber lain pendapatan daerah bisa terdongkrak," pungkas Ismiati. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved