Berita Pemkab Penajam Paser Utara
Bupati PPU Mudyat Noor Hadiri Sarasehan Kebangsaan di Gedung MPR RI
Bupati PPU, Mudyat Noor menegaskan pemerintah Kabupaten PPU mendukung penuh berbagai program pemerintah pusat,
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor menghadiri sarasehan Kebangsaan Perubahan Geopolitik Dunia dalam Peluang Menuju Indonesia Raya di Gedung Nusantara IV MPR RI, Jakarta, Selasa, (20/5/2025).
Sarasehan tersebut mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menghadapi Tantangan Geopolitik Global Menuju Indonesia Raya.”
Bupati PPU, Mudyat Noor menegaskan pemerintah Kabupaten PPU mendukung penuh berbagai program pemerintah pusat, di antaranya yang ada di daerah termasuk di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Kata dia, sarasehan ini juga menjadi ajang bagi para kepala daerah, untuk berbagi pengalaman dan solusi dalam menghadapi tantangan pembangunan di daerah masing-masing.
Baca juga: Bupati Mudyat Noor Lantik Ketua dan Pengurus Kwarcab Pramuka PPU Periode 2025-2029
"Mudah-mudahan kegiatan sarasehan ini bisa menambah wawasan dan bermanfaat bagi kami dan seluruh kepala daerah di Indonesia. Wawasan ini kita bawa ke daerah dan diterapkan di lingkungan pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara," ungkapnya.
Ia mengatakan, sarasehan kebangsaan yang dilaksanakan oleh BPIP tersebut sangat strategis, mengingat perubahan geopolitik dunia saat ini perlu disikapi dengan cermat.
Perubahan geopolitik dunia saat ini, bukan hanya berdampak pada ekonomi dan politik global, bahkan di daerah pun akan merasakan dampaknya.
Untuk itu perlu suatu strategi dalam menghadapi iklim global tersebut.
Baca juga: Buka Liga Bupati Futsal Series Tahun 2025 di PPU, Mudyat Noor Ajak Peserta Jaga Sportivitas
"Melalui sarasehan ini banyak hal yang kita dapat, khususnya langkah-langkah menghadapi perubahan tersebut. Kami berharap melalui kegiatan ini dapat membuka wawasan untuk kita semua yang hadir pada hari ini," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi menyampaikan bahwa, sarasehan kebangsaan bertujuan sebagai wahana dialog lintas sektor, memperkokoh nilai-nilai kebangsaan di tengah-tengah perubahan geopolitik dunia.
"Sarasehan ini diharapkan mampu memperkokoh ketahanan dan ketangguhan bangsa, dengan berlandaskan ideologi bangsa," jelasnya
Membuka secara resmi kegiatan sarasehan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam sambutannya mengatakan bahwa perubahan geopolitik dunia merupakan tantangan sekaligus peluang yang harus ditangkap. Untuk menangkap peluang tersebut, Pancasila harus tetap dinyalakan.
Menurutnya keragaman indonesia, baik suku, budaya dan agama, merupakan suatu yang rentan apabila Pancasila tidak benar-benar menjadi pegangan dalam kehidupan beragama dan berbangsa.
“Setiap bangsa memiliki pondasi, dan bangsa Indonesia memiliki pondasi yang kuat yaitu Pancasila. Tanpa Pancasila Indonesia bukan hanya kehilangan masa lalu, tapi juga kehilangan masa depan,” tutupnya.
Sarasehan dihadiri 847 peserta, diantaranya Pimpinan Lembaga Tinggi Negara, Menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur, Forkopimda provinsi, Bupati dan Wali Kota seluruh Indonesia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250521_Sarasehan-di-PPU-Kaltim.jpg)