Berita Nasional Terkini

Dedi Mulyadi: Lebih Baik jadi Gubernur Konten daripada Molor hingga Jalan-jalan ke Luar Negeri

Viral usai disapa Gubernur Konten di rapat DPR RI, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau KDM disebut dapat stigma.

Editor: Heriani AM
TribunJabar/Hilman Kamaludin
GUBERNUR KONTEN - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Viral usai disapa Gubernur Konten di rapat DPR RI, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau KDM disebut dapat stigma. 

TRIBUNKALTIM.CO - Viral usai disapa Gubernur Konten di rapat DPR RI, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau KDM disebut dapat stigma.

Julukan dari Rudy Mas'ud tersebut membuat Dedi Mulyadi makin jadi pusat perhatian, namun KDM tak keberatan dengan julukan dari Gubernur Kaltim tersebut. 

Sebagaimana diketahui, Dedi Mulyadi sedang menjadi sorotan lantaran program pendidikan karakter untuk siswa yang ia buat sukses.

Baca juga: Dedi Mulyadi Senang Disebut Gubernur Konten oleh Rudy Masud, Pengamat Ungkap Titik Lemah KDM

Tak hanya itu, ia mengungkapkan, dirinya kerap ditanya soal sumber penghasilannya yang berasal dari kegiatan membuat konten. 

Dedi Mulyadi kemudian memberikan jawaban yang menohok tentang anggapan miring yang menyebutnya sebagai 'Gubernur Konten'.

Menurutnya, menjadi Gubernur yang aktif membuat konten dan memiliki penghasilan untuk dibagikan kepada rakyat jauh lebih baik dibandingkan menjadi pemimpin yang tidak produktif.

"Saya selalu ditanya, 'Pak Dedi, duitnya dari mana? Ngonten.' Habis itu dimasalahin lagi, disebut 'Gubernur Konten'. Lebih baik jadi Gubernur Konten, punya duit diberikan pada rakyat, daripada jadi 'Gubernur Molor'," ujar Dedi Mulyadi saat Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Selasa (20/5/2025), dikutip dari YouTube Humas Jabar.

Dedi beranggapan bahwa dirinya lebih baik dikenal sebagai 'Gubernur Konten' dibandingkan menjadi pemimpin yang pasif atau hanya berorientasi pada pencitraan.

"Daripada 'Gubernur Tidur', 'Gubernur Protokoler', 'Gubernur ingin Dihargai', Gubernur menghabiskan anggaran jalan-jalan ke luar negeri," lanjut Dedi.

Dedi menegaskan, bangsa ini perlu mental yang kuat untuk bisa maju.

Baca juga: Momen Haru Tangis Dedi Mulyadi Pecah Saat Peluk Siswa di Barak TNI: Akhirnya Waktu yang Menjawab

Pria berusia 54 tahun itu mengatakan, mereka yang merasa tidak senang biarlah terus merasa sakit hati, sebab pembangunan di Jawa Barat akan terus mengalami kemajuan.

"Indonesia ini perlu mental yang kuat kalau ingin melakukan perbaikan, kenapa? Harus kuat menghadapi kaum nyinyir dan biarkan yang suruh sakit hati selamanya, karena Jawa Barat akan terus mengalami peningkatan pembangunannya," tutur Dedi.

Dedi menyampaikan, kurang dari 100 hari kepemimpinannya sudah banyak yang merasa iri dengan berbagai tindakannya.

"Ini baru 3 bulan, 100 hari itu tanggal 30 Mei, 100 hari kepemimpinan saya, belum 100 hari sudah banyak orang yang kepanasan, apalagi 5 tahun," lanjut Dedi. 

Baca juga: Respons Dedi Mulyadi saat Dijuluki Mulyono Jilid II hingga Gubernur Pencitraan

Dijuluki 'Mulyono Jilid II'

Selain disebut “Gubernur Konten”, Dedi juga mendapat julukan “Mulyono Jilid II”. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved