Berita Samarinda Terkini

Pengamat Ekonomi Unmul Sebut Kelangkaan BBM di Kaltim Lagu Lama

Saat ini Balikpapan dan Samarinda mengalami antrean panjang mendapatkan BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)

TRIBUNKALTIM.CO/HO/DOKUMEN PRIBADI
LAGU LAMA - Pengamat Ekonomi Samarinda Purwadi Purwoharsodjo . Ia menantang Pertamina untuk berani buka data secara digital mengenai suplai bahan bakar minyak (BBM). (TRIBUNKALTIM.CO/HO/DOKUMEN PRIBADI) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDAPengamat Ekonomi Universitas Mulawarman Samarinda, Purwadi Purwoharsodjo menilai bahwa kelangkaan bahan bakar minyak bukan hanya kali pertama terjadi di Kalimantan Timur.

Namun hal ini sudah sering terjadi di Kaltim.

Saat ini Balikpapan dan Samarinda mengalami antrean panjang mendapatkan BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 

Bahkan sejumlah warga mengaku berkeliling mencari BBM jenis Pertamax namun tak kunjung dapat.

“Ini lagu lama, sebelum ada Pertalite kan ada Premium. Mau menghilang kan dibikin langka dulu. Entah ini strategi atau apa tapi setelah kita evaluasi kejadiannya kan selalu seperti itu.

Orang ngantre, kemudian beralih ke Pertalite, kemudian beralih lagi ke Pertamax hingga sekarang mulai susah. Memang Pertamina menurut saya dagelan. Karena kilangnya ada di depan mata, itu minyaknya kemana?” ujarnya saat dihubungi TribunKaltim, Rabu (21/5).

Purwadi juga mengungkapkan bahwa upaya Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memanggil Pertamina sebenarnya sudah pernah direncanakan.

Namun hingga kini, rencana tersebut belum pernah terealisasi, bahkan dirinya yang sempat diminta terlibat sebagai akademisi juga belum dilibatkan secara resmi.

Ia kemudian menggambarkan secara satir kondisi Kaltim sebagai daerah kaya sumber daya, namun ironisnya mengalami kesulitan bahan bakar. 

Baca juga: Harga BBM di Pedagang Pengecer meski Ada Antrean Panjang di SPBU Penajam Paser Utara

“Seperti tikus mati di lumbung padi. Sumur bor kan paling besar di Balikpapan, tapi jadinya ngebor apa?,” katanya.

Saat ditanya soal dampak kelangkaan BBM terhadap Kota Samarinda, Purwadi menyatakan bahwa efeknya sudah nyata dan pasti akan terasa.

Ia menyoroti perilaku masyarakat yang sebelumnya juga akhirnya beralih ke BBM jenis Pertamax untuk menghindari antrean jenis Pertalite. 

Tak hanya itu juga, Purwadi juga menerima laporan dari sejumlah warga terkait kerumitan sistem barcode Pertalite yang menurutnya sering bermasalah.

“Itukan setengah mati, saya pun sering ke SPBU PM Noor tidak ada, ke SPBU Juanda juga tidak ada, kalau tidak ada, apa resiko mogok di jalan tidak ada? Tapi anehnya, kita beli di eceran ada terus,” tegasnya.

Dari situ, ia menilai telah terjadi anomali yang mengindikasikan persoalan serius dalam rantai distribusi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved